Home Travel Destinasi Mengenal Sejarah Objek Wisata Situs Warungboto, Mirip Taman Sari

Mengenal Sejarah Objek Wisata Situs Warungboto, Mirip Taman Sari

439
0
SHARE
https://www.instagram.com/p/CFbvFZAlCZ2/
Potret salah satu sisi bangungan Situs Warungboto. Foto: Instagram/bumijogjakarta

Diamma.com- Daerah Istimewa Yogyakarta menyimpan beragam cagar budaya. Wajar jika wisatawan baik lokal maupun dari mancanegara berbondong-bondong ke Kota Pelajar tersebut. Salah satu cagar budaya yang masih jarang diketahui banyak orang adalah Situs Warungboto.

(Baca Juga: 4 Tempat Wisata Di Jakarta Barat, Dari Tempat Sejarah Hingga Ice Skating)

Situs ini berada di Jalan Veteran No. 77, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY. Untuk menuju ke sana, para pengunjung akan menempuh waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Yogyakarta. Tak ada biaya untuk memasuki wisata Situs Warungboto, cukup membayar parkir jika anda membawa kendaraan pribadi.

Serupa dengan objek wisata Taman Sari, Situs Warungboto atau dulu dikenal dengan Pesanggrahan Rejawinangun ini dibangun atas karya dari Sri Sultan Hamengku Buwana II pada tahun 1785 M.

(Baca Juga: 5 Tempat Angker di Jakarta yang Penuh Mistis)

Objek wisata ini diusung menjadi sebuah tempat peristirahatan para raja dan kerabat, sehingga berbagai fasilitas pun sengaja disediakan. Fasilitas yang tersedia antara lain taman, segaran, kolam, kebun, atau bahkan terdapat fasilitas penunjang kepentingan keagamaan. 

Konon, Situs Warungboto dahulunya juga memiliki sumber air yang dijadikan sebagai tempat pemandian raja beserta keluarga. Kolam pemandian yang telah kering tersebut justru menambah nilai keindahan dari objek wisata tersebut. 

(Baca Juga: Mengulik Kisah Sejarah dan Peninggalan Perang Dunia II di Morotai)

Meskipun terlihat layaknya bangunan yang terbengkalai dari sisi luar, tetapi justru menyimpan banyak spot foto yang tentu instagramable. Seperti paduan kolam yang kering, lorong beratap melengkung, serta bercak alami pada dinding menambah nilai estetik dari bangunan yang tidak cukup luas itu.

(Baca Juga: Menikmati Indahnya Wisata Sejarah Bawah Laut Morotai, Maluku Utara)

Penulis: Wiji Adinda Putri
Editor: Rahma Angraini