Home News Nasional BPOM Kembali Terbitkan Izin EUA untuk Vaksin J&J dan CanSino

BPOM Kembali Terbitkan Izin EUA untuk Vaksin J&J dan CanSino

41
0
SHARE
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: CNN Indonesia

Diamma.com- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dua merek vaksin Covid-19 produksi perusahaan Johnson & Johnson (J&J) dan CanSino.

Vaksin J&J yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies memiliki platform Non-Replicating Viral Vector menggunakan vector Adenovirus (Ad26), mirip seperti vaksin AstraZeneca. Vaksin ini diproduksi di beberapa fasilitas seperti Grand River USA, Aspen South Africa, dan Catalent Indiana, USA.

Sedangkan, vaksin CanSino dikembangkan oleh Cansino Biological Inc dan Institut Bioteknologi Beijing dengan platform Non-Replicating Viral Vector menggunakan vektor Adenovirus (Ad5).

(Baca Juga: Sederet Daerah yang Telah Menerapkan Program Vaksinasi)

Sebagaimana proses penerbitan EUA pada vaksin Covid-19 sebelumnya, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menegaskan bahwa penerbitan EUA untuk kedua jenis vaksin ini juga telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat, dan juga mutunya.

“Badan POM selalu berkolaborasi bersama para pakar dalam memastikan pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin. Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta asosiasi klinisi terkait,” terangnya.

(Baca Juga: Mal Kembali Dibuka, Pengunjung Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi)

Efek samping lokal yang umum terjadi usai pemberian kedua vaksin ini antara lain nyeri, kemerahan, dan pembengkakan. Sedangkan, efek samping sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah, nyeri otot, mengantuk, mual, muntah, demam, dan diare.

Dari sisi efikasi, Penny mengatakan vaksin J&J memiliki efikasi sebesar 67,2 persen untuk mencegah gejala Covid-19 berdasarkan data interim uji klinis fase ketiga, tepatnya 28 hari setelah penyuntikan vaksin. Efikasi vaksin ini untuk mencegah gejala Covid-19 level sedang hingga berat pada orang berusia 18 tahun ke atas adalah sebesar 66,1 persen.

Sementara itu, vaksin CanSino memiliki efikasi sebesar 65,3 persen terhadap semua gejala Covid-19 dan dapat melindungi hingga 90,1 persen terhadap kasus dengan gejala berat.

Penulis: Anindita Safira
Editor: Rianty Danista