Home News Nasional Perlunya Peran Komunitas dalam Melawan Covid-19 di Indonesia

Perlunya Peran Komunitas dalam Melawan Covid-19 di Indonesia

150
0
SHARE
Ilustrasi Covid-19. Foto: ibdrelief.com

Diamma.com- Wabah Covid-19 di Indonesia bermula sejak kasus pertama pada 2 Maret 2020. Di mana Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun hal ini merupakan kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam ikut menggerakkan penerapan protokol kesehatan dalam melawan Covid-19 agar segera berakhir.

Saat ini, di Indonesia Covid-19 per 19 Juli 2021 telah mencapai 2.911.733 juta jiwa yang terpapar. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia memerlukan dukungan serta dorongan para komunitas dan masyarakat Indonesia untuk andil dalam memutus rantai penularan Covid-19.

(Baca Juga: COVID-19 Mengganas, Ini Penjelasan CDC tentang Memakai Masker yang Aman)

Dalam Webinar Alinea Forum bertema “Memperkuat PPKM Darurat Berbasis Komunitas” Sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo mengatakan bahwa secara garis besar, Indonesia adalah bangsa yang besar dan beraneka ragam. Dalam mengatasi wabah Covid-19 ini, memerlukan sebuah komunitas yang beragam dan memiliki ketangguhan.

“Harapannya masing-masing komunitas memiliki kesadaran dan ketangguhan yang sama dalam mengatasi virus (Covid-19) ini,” katanya, Senin (19/7).

(Baca Juga: Mutasi Virus Covid-19 dari India Sudah Masuk RI)

Menurut Imam Prasodjo, peran dari para komunitas di Indonesia dalam mengatasi Covid-19 ini setidaknya dapat diukur melalui tiga hal yakni:

  1. Dispilin dalam menjalankan protokol kesehatan.
  2. Kesiapan vaksinasi untuk perlindungan masyarakat.
  3. Ketangguhan tubuh dalam membangun imunitas.

Dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro perlu dilakukan hingga level komunitas terkecil yaitu tingkat RT, RW, dan desa. Maka dari itu, di wilayah RW 05 Griya Caraka Bandung, Jawa Barat berhasil mengelola mobilitas masyarakat serta mandiri menangani pandemi Covid-19 ini dengan gotong royong bersama masyarakat sekitar.

Masyarakat di sana memiliki jiwa sosial dan empati yang tinggi. Segala kegiatan sosial mudah dilakukan. Terdapat delapan RT di wilayah tersebut dengan total warga mencapai 1.900 orang. Hal inilah yang membuat rumah sakit kewalahan, tabung oksigen terbatas, serta berita hoaks yang menyebar. Solusinya, warga yang terpapar Covid-19 harus melapor ke RT dan diteruskan ke RW.

Sementara Ketua RW Griya Caraka Bandung, Sonny Budi Laksono mengatakan bahwa harus menanamkan kesadaran bahwa Covid-19 ini adalah masalah bersama dan harus dihadapi dengan bersama. Bahkan kebutuhan media dan logistik sudah tercukupi.

“Bukan hanya obat-obatan, alat pelindung diri, dan piranti media seperti masker dan oksimeter, Satgas juga menyediakan tabung oksigen. Bahkan ada mobil ambulans yang siap siaga. Kebetulan ada dokter yang juga anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang bisa selalu memonitor warga yang terpapar,” katanya.

Untuk itu, kita sebagai masyarakat Indonesia wajib ikut mengupayakan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah yakni vaksinasi secara bertahap, dan mengurangi mobiltas di luar rumah agar dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Penulis: Siti Anissa
Editor: Rianty Danista