Home Entertainment Gaya Hidup Mengenal Penyakit Langka Congenital Mirror Movement Disorder

Mengenal Penyakit Langka Congenital Mirror Movement Disorder

159
0
SHARE
Ilustrasi seorang dengan gangguan CMM. Foto: Shutterstock

Diamma.com– Seorang yang hanya menggerakan satu tangan kanannya, tetapi tangan kirinya ikut bergerak sesuai tangan kanannya lakukan secara otomatis, meskipun dengan gerakan yang lebih lambat. Itulah mendeskripsikan sedikit mengenai penyakit gangguan ini.

Gangguan tersebut memiliki nama dalam dunia medis yaitu congenital mirror movement disorder, atau biasa disingkat dengan CMM disorder. CMM merupakan kelainan neurologis genetik langka yang ditandai dengan gerakan cermin yang disebut sebagai gerakan terkait atau sinkinetik.

Mengapa dikatakan gerakan bercermin karena jika hanya ingin menggerakkan satu tangan, maka tangan satunya lagi selalu mengikuti gerak yang sama seolah-olah gerakan tersebut adalah gerakan yang sama ketika terlihat di cermin. Biasanya gangguan ini terjadi pada tubuh bagian atas terutama tangan dan jari-jari.

CMM sudah ada sejak seseorang lahir atau bisa juga diidap oleh anak-anak yang memasuki usia dini. Gangguan ini akan bertahan seumur hidup. Tapi untuk beberapa kasus, CMM disorder akan hilang ketika seorang anak mulai beranjak dewasa.

Orang dengan penyakit ini akan kesulitan bermain piano, mengetik atau melakukan kegiatan yang harus menggunakan masing-masing tangan untuk mengerjakan sesuatu dalam waktu yang bersamaan. Prevalensi gangguan CMM di dunia diperkirakan kurang dari 1 dalam 1 juta orang. Kelangkaan ini mungkin terjadi karena para pengidap gangguan ini yang terkena dampak ringan mungkin tidak pernah didiagnosis.

Gangguan ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, peneliti mengindikasi CMM terjadi karena faktor genetik dominan autosomal, di mana mutasi pada gen tertentu menimbulkan kelainan struktural pada jaringan sistem saraf yang menghasilkan kelainan gerakan fungsional.

Meskipun termasuk ke dalam sebuah gangguan, tetapi CMM disorder tidak berbahaya dan tidak memengaruhi sektor kehidupan lainnya. Termasuk soal kecerdasan orang tersebut. Namun, karena CMM merupakan bentuk gangguan, tentu saja bisa membuat pengidapnya tidak nyaman.

Penulis: Rafid Ahmad Fauzi
Editor: Rianty Danista