Home News Nasional KRI Nanggala-402 Tenggelam, Panglima TNI: Seluruh Awak Kapal Gugur

KRI Nanggala-402 Tenggelam, Panglima TNI: Seluruh Awak Kapal Gugur

198
0
SHARE
Wujud KRI Nanggala-402. Foto: CNNIndonesia

Diamma.com- Kabar duka kembali menyelimuti dalam negeri, Hadi Tjahjanto selaku Panglima TNI Marsekal mengumumkan bahwa seluruh awak KRI Nanggala-402 yang berjumlah 53 orang dinyatakan telah gugur.

“Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur,” ujarnya dalam konferensi pers di Bali, Minggu (25/4).

(Baca Juga: KRI Nanggala-402 Dinyatakan Tenggelam Setelah Pencarian 72 Jam)

Melansir dari Detik.com, hal tersebut diketahui setelah melakukan pemindaian secara akurat dengan multibeam sonar dan magnetometer untuk menghasilkan citra bawah air.

“Telah diperoleh citra yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala-402 meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK11,” jelas Hadi.

(Baca Juga: Kapal Selam KRI Nanggala-402 Tenggelam! Berikut Fakta-Fakta Pencariannya)

Hadi dan keluarga besar TNI, mengungkapkan rasa duka cita mendalam kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur.

“Atas nama prajurit dan keluarga besar TNI, selaku panglima saya sampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur. Semoga Tuhan yang maha besar memberikan keikhlasan, kesabaran dan ketabahan,” tambahnya.

Diketahui, KRI Nanggala 402 dinyatakan sub sunk atau tenggelam setelah hilang kontak pada Rabu (22/4).

Setelah melakukan pencarian intensif, pada Sabtu (24/4) sejumlah benda berhasil ditemukan di dekat lokasi tumpahan minyak. Terdapat benda seperti, pelurus torpedo, pipa pendingin dengan tulisan Korea Selatan, peralatan untuk beribadah, solar hingga pelumasan untuk naik turun periskop kapal selam, serta sponge untuk menahan panas di dalam lambung kapal.

Selamat jalan KRI Nanggala-402 dan selamat berlayar menuju keabadian.

Penulis: Indira Difa Maharani
Editor: Rianty Danista