Home Kampus Hipnotis Tak Selamanya Negatif

Hipnotis Tak Selamanya Negatif

751
0
SHARE

“Dengan adanya workshop ini, di harapkan anak komunikasi dapat benar-benar menerapkan tujuan berkomunikasi, yaitu mempengaruhi,” ungkap Listianto Legowo

Suasana berlangsungnya Training Hypnosis

Diamma.com – Jika selama ini hipnotis identik dengan ilmu hitam atau ilmu yang merugikan misalnya seperti modus perampokan. Maka Senat mahasiswa Fikom berani membuktikan sisi lain dari dunia hipnotis. Melalui workshop yang berjudul Training Hypnosis yang diselenggarakan di Lab Humas Fikom, Jumat, (16/12). Senma Fikom atau panggilan akrab untuk Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UPDM (B), mencoba memberi gambaran lain mengenai manfaat hipnotis bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa komunikasi.

“Sebenarnya hipnotis merupakan seni berkomunikasi dan psikologi. Dan salah satu tujuan komunikasi adalah mempengaruhi orang lain, dengan hipnotis lah kita bisa mempelajari itu” ungkap Listianto Legowo Fikom 2008 dan ketua Senma Fikom.

Banyak manfaat yang bisa di dapat dari mengikuti workshop hipnotis ini, antara lain belajar lebih fokus, berkonsentrasi, dan dapat mengontrol emosi. Manfaat lain dari hipnotis dapat mempengaruhi orang lain dan tak kalah pentingnya sebagai penangkal kejahatan dari hipnotis dan pencucian otak.

Acara ini di selenggarakan atas kerja sama Senma Fikom dan Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTI). Workshop ini terdiri dari tiga sesi, pertama teori mengenai hipnotis, lalu disusul dengan praktek hipnotis oleh pembicara, dan terakhir praktek hipnotis yang dilakukan oleh peserta sendiri. Pembicara dalam workshop kali ini berasal dari HTI sendiri yang bernama Haris Prasetyo yang juga merupakan alumni Fikom UPDM (B) angkatan 2004. Dengan harga tiket masuk sebesar Rp 25.000/orang, sudah bisa mendapatkan modul hipnotis dan trial hipnotis dari pembicara.

Sayangnya ketika Diamma menyambangi lokasi, terlihat ruangan acara begitu kosong. Hanya beberapa orang saja yang tampak menghadiri workshop tersebut. Ketika di tanya mengenai hal ini, Gowo panggilan akrab dari Listianto Legowo menegaskan, “memang sengaja kita mengambil peserta dari kelompok kecil, agar workshop ini benar-benar dapat berjalan efektif,” tututnya.

Reporter: Ovi / Fotografer: Ovi

Editor: Erwin