Home News Nasional Dede Apriadi: Angka Kejahatan Terus Meningkat di Situasi Pandemi Covid-19

Dede Apriadi: Angka Kejahatan Terus Meningkat di Situasi Pandemi Covid-19

30
0
SHARE
Pemimpin Redaksi NET, Dede Apriadi di Acara JATANRAS Goes To Campus. Foto: YouTube/ESPORTNETMEDIA

Diamma.com- Acara JATANRAS Goes To Campus yang diselenggarakan oleh NET Mediatama pada Kamis kemarin (15/10), mendapat antusias yang sangat tinggi dari para peserta yang bergabung melalui Aplikasi Zoom Meeting.

Di sesi pertama ada Direktur Konten, NET Untung Pranoto dan Pemimpin Redaksi NET, Dede Apriadi. Mereka bergantian menjawab pertanyaan dari Moderator, Tomy Ristanto yang juga merupakan News Presenter NET seputar program JATANRAS.

Sampai di sesi tanya jawab, Mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Hari Kurniawan bertanya mengenai program JATANRAS di masa pandemi Covid-19 ini.

“Apakah kasus kejahatan menurun di situasi pandemi ini, dan bagaimana proses produksi bisa tetap berlangsung?,” tanyanya kepada pembicara.

Mendengar pertanyaan tersebut, Pemimpin Redaksi NET, Dede Apriadi menjawab dengan santai bahwa tindak kejahatan di masa pandemi ini tidak menurun sama sekali.

“Meski dalam kondisi pandemi, sebenarnya angka kejahatan tidak menurun bahkan meningkat apalagi dalam kondisi seperti ini (orang kehilangan pekerjaan, residivis yang melakukan kejahatan kembali). polisi tidak kering kasus,” jawabnya.

Kemudian, Untung Pranoto langsung menambahkan jawaban yang telah disampaikan oleh rekannya tersebut, bahwa semua bisa terjadi karena faktor ekonomi.

“Sebetulnya, karena kondisi ekonomi. Ada banyak orang diluar sana yang kelaparan, akhirnya mereka nekat untuk melakukan tindak kejahatan,” ujarnya.

Menyikapi pertanyaan kedua, Dede menjelaskan bahwa seluruh tim yang bertugas wajib mentaati protokol kesehatan yang diimbau oleh Pemerintah.

“Tim JATANRAS selalu menjaga protokol kesehatan, jadi dalam kondisi pandemi kita tidak pernah kering kasus, dan terus beroperasi,” tutupnya.

Reporter: Ivan Nurhidayat
Editor: Rahma Angraini