Home Kampus TELEVISIONAIR 5.0, Diskusi Mengenai Eksistensi Media di Masa Pandemi

TELEVISIONAIR 5.0, Diskusi Mengenai Eksistensi Media di Masa Pandemi

46
0
SHARE
Sharing and Discussion hari kedua TELEVISIONAIR 5.0 yang diisi oleh Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho pada Jumat (9/10). Foto: Instagram/televisi.onair

Diamma.com – Universitas Multimedia Nusantara TV (UMN TV) mengadakan acara tahunan mereka yaitu TELEVISIONAIR 5.0 yang di dalamnya terdapat Sharing and Discussion Session yang diadakan selama dua hari, 8-9 Oktober 2020. Adapun acara ini mengajak kita untuk berbagi dan juga diskusi terkait efektivitas media di era digital saat ini.

Hal tersebut juga terkait dengan munculnya pandemi ini yang membuat segala macam aktivitas khususnya di bidang media melalui pasang surut. Dari permasalahan itu, ternyata masing-masing media punya cara tersendiri dalam membuat konten terutama di online/digital.

Pada hari kedua dari diskusi dan tanya jawab ini dibagi menjadi dua sesi, tentunya dengan narasumber yang menarik yaitu Wisnu Nugroho (Pemimpin Redaksi Kompas.com) dan Joni Aswira Putra (Aliansi Jurnalis Independen Indonesia).

Adapun pada sesi pertama, Wisnu Nugroho yang kerap disapa Inu ini menceritakan bagaimana awal karirnya menjadi jurnalis, hingga saat ini bisa menjadi pemimpin redaksi dari Kompas.com. Selain itu, Inu juga menyampaikan sekarang ini jurnalis harus bisa melakukan pekerjaan yang lain.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa para jurnalis muda juga harus paham bagaimana pengelolaan media serta manajemen industry di media sekarang ini.

“Jaman sekarang wartawan harus bisa melakukan kegiatan jurnalisme lain seperti coding dan mematangkan pengelolaan media, jadi jurnalis tak hanya pintar menulis atau membuat konten tapi bisa juga paham dengan pengelolaan media,” tegasnya dalam acara sharing and discussion melalui aplikasi Zoom siang tadi.

Bukan hanya itu, di akhir sesi pertama, Inu juga merangkum pembahasaannya terkait dengan tantangan sebagai media apalagi ditengah pandemi Covid-19 seperti ini dalam pencarian berita atau informasi. Jurnalis ditantang untuk lebih peka dan melihat sudut pandang yang lebih luas di sekitar dan akan memiliki dampak.

“Tidak semua media akan surut di tengah pandemi ini, konten – konten bisa dicari dari sekitar yang akan berdampak,” tambahnya.

Setelah sesi satu berakhir, adapun pada sesi kedua, diisi oleh seorang jurnalis dari CNN TV Indonesia dan juga salah satu advokasi dari AJI, Joni Aswira Putra. Sebelum memulai perbincangannya ia memperkenalkan secara singkat mengenai latar belakang dari AJI.

Dalam diskusi dan tanya jawab tersebut, ia menegaskan untuk mendiskusikan saja masalah – masalah yang terjadi di kampus atau media masing – masing. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa seorang jurnalis harus mampu menempatkan diri dan memiliki sifat independen.

Dalam diskusi salah seorang penanya dari LSPR-TV Yasmin Sulma, menanyakan cara menghadapi intervensi dari kampus serta media kampus tetap ingin menyuarakan informasi, terlebih untuk hal yang sensitif seperti demo yang lalu.

Dari pertanyaan tersebut, ia menjawab, bahwa media kampus juga mempunyai peran penting dalam segi pemberitaan serta penyebaran informasi. Apalagi kita tahu zaman yang semakin berkembang, media sudah menjadi sebagai leading Industry, ada kepentingan di dalamnya..

“Media kampus ini seakan menjadi media alternatif untuk masyarakat”, ujarnya.

Ia juga menambahkan  maka dari itu sebagai media alternatif dari kampus – kampus, bisa menampilkan sisi kemanusiaan yang menggerakkan hati nurani untuk masyarakat. Pasti ada dampaknya walaupun hanya media alternatif

“Sebagai media alternatif yang susah menginformasikan berita yang sensitif bisa juga mengedepankan sisi humanis atau kemanusiaan,” tambahnya.

Di penghujung acara, UMN TV melakukan sesi dokumentasi serta berbagi informasi sosial media mereka untuk saling mengikuti dan mengetahui juga akan konten – konten dari para peserta yang hadir.

Reporter: Nafis Arsaputra
Editor: Rahma Angraini