Home News Nasional Dikenakan Jokowi pada Upacara HUT RI ke-75, Ini Makna Pakaian Adat Timor...

Dikenakan Jokowi pada Upacara HUT RI ke-75, Ini Makna Pakaian Adat Timor Tengah Selatan

151
0
SHARE
Makna pakaian adat daerah Timor Tengah Selatan yang dikenakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi inspektur upacara HUT Republik Indonesia ke-75. Foto: Instagram.com/sekretariat.kabinet

Diamma.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mengenakan pakaian adat khas daerah pada saat upacara HUT Republik Indonesia dari tahun ke tahun.

Tahun ini Jokowi mengenakan baju adat Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat memperingati hari kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).

Hal tersebut membuat Bupati serta masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) mengaku bangga atas dikenakannya pakaian adat oleh Presiden Joko Widodo saat upacara HUT RI.

“Kami masyarakat TTS sangat bangga, karena pakaian adat kami dikenakan pak Jokowi saat upacara HUT RI,” ungkap Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, melansir Tempo.co.

Berdasarkan informasi dari siaran pers Sekretariat Presiden, motif kain yang digunakan Presiden Joko Widodo ialah motif kaif berantai nunkolo. Motif tersebut sudah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat (motif geometris) dengan batang tengah yang berarti sumber air.

Di bagian pinggir bergerigi melambangkan wilayah yang berbukit dan berkelok-kelok. Adapun warna merah yang dominan pada pakian adat tersebut melambangkan keberanian laki-laki nunkolo.

Bukan hanya itu, Presiden Jokowi juga tak lupa menggunakan dester atau ikat kepala berbentuk dua tanduk kecil, bermakna sebagai Raja yang melindungi.

Terdapat pula tas sirih pinang dan kapur yang menandakan budaya pemersatu atau persatuan dan juga melambangkan tanda kasih dan hormat.

Dikenakannya pakaian adat daerah Nunkolo, Amanatun, Timor Tengah Selatan (TTS) oleh Presien Joko Widodo bertujuan agar Warga Indonesia dapat mencitai budaya yang telah dimiliki sebagai warisan para leluhur yang memiliki cita rasa kebudayaan yang tinggi.

Penulis: Audria Dwi Kusuma
Editor: Indira Difa Maharani