Home Kampus Putuskan Berbasis Online, Sidang Skripsi dan PKL Dinilai Kurang Efektif

Putuskan Berbasis Online, Sidang Skripsi dan PKL Dinilai Kurang Efektif

234
0
SHARE
Ilustrasi mahasiswa yang sedang menjalankan sidang skripsi. Ilustrasi: Diamma.com/ Berthy Johnry

Diamma.com- Fikom UPDM (B) memutuskan untuk melakukan sidang skripsi dan PKL secara online. Adapun pengumuman tersebut disampaikan oleh pihak Fikom UPDM (B) melalui Grup WhatsApp pada (11/6) lalu. Keputusan ini dilakukan mengingat kondisi masih dalam masa pandemi Covid-19.

Dampak dari pandemi ini mengakibatkan sejumlah aktivitas selama di kampus diberhentikan sementara dan perubahan tata cara belajar mengajar beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bukan hanya itu, sidang skripsi dan PKL pun juga berubah menjadi berbasis daring.

Hal tersebut turut disampaikan oleh Gunawan selaku Dosen Fikom UPDM (B), menurutnya, sistem online ini cukup efisien namun tidak terlalu efektif. Pasalnya, dosen tidak dapat mendalami lebih detail mengenai kemampuan dan keterampilan mahasiswa.

“Efisien tapi kurang efektif. Mahasiswa dan dosen penguji tidak perlu ke kampus. Hanya saja dosen tidak maksimal mengeksplor kemampuan mahasiswa yang  diuji dalam membuat skripsinya. Mahasiwa juga kemungkinan sama, tidak maksimal. Kelancaran interaksi ujian sangat ditentukan oleh prasarana atau alat penguji online,” ucapnya saat dihubungi oleh Diamma.com melalui Whatsapp.

Selain itu, ia juga berharap bahwa mahasiswa sudah menyiapkannya dengan baik, dari menguasai materi skripsi hingga mempersiapkan segala perangkat yang akan digunakan untuk sidang.

“Saya sebagai penguji, mahasiswa sudah siap semua, tidak hanya menguasai materi skripsinya (tetapi juga) perangkatnya, dan kuota atau daya HP sudah penuh, serta mental dalam ujian,” lanjutnya.

Tanggapan serupa juga dikatakan oleh salah satu Dosen Fikom UPDM (B), Mukka Pasaribu. Ia berpendapat bahwa sidang skripsi dan sidang PKL berbasis online tidak humanis karena tidak dapat berbincang secara langsung ataupun meneliti lebih dalam lagi.

“Sidang skripsi secara online kurang efektif dan efisien serta kurang humanis, akan tetapi mengingat adanya hambatan yang kita hadapi (Covid-19) tidak memungkinkan untuk tatap muka secara langsung untuk menghindari penularan,” ujarnya pada Sabtu (13/4).

Reaksi yang sama juga dikatakan Meldadita, Mahasiswi Fikom 2016, bahwa memang lebih baik sidang skripsi diadakan secara daring mengingat situasi belum pulih seperti sedia kala.

Namun, ia lebih memilih sidang skripsi secara tatap muka ketimbang online karena tidak perlu menyiapkan hal lainnya selain materi skripsi.

“Udah seharusnya untuk sidang online untuk sekarang ini, karena memang sedang pandemi dan juga tidak bisa tatap muka (secara langsung) masih ada PSBB,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan untuk sidang online nanti, persiapan jaringan internet tak kalah penting selain menyiapkan materi skripsi dan juga mental.

“Pertama kesehatan terus materi, dan yang pasti internet karena kan secara online,” lanjutnya.

Sementara itu, sampai dengan hari ini untuk Fisip dan FEB belum memberikan pengumunan lanjutan mengenai sidang skripsi dan PKL berbasis online.

Reporter: Sarah Nurzakiah
Editor: Rahma Angraini