Home Kampus “A Brother’s Paranoid”, Bercerita Tentang Posesif Melalui Foto

“A Brother’s Paranoid”, Bercerita Tentang Posesif Melalui Foto

189
0
SHARE
Hasil foto salah satu pameris dalam pameran WKM Telefikom Fotografi, Chaterine Devi yang berjudul “A Brother’s Paranoid”. Foto: Dok. WKM Telefikom Fotografi

Diamma.com– Wadah Kegiatan Mahasiswa (WKM) Telefikom Fotografi adakan pameran dan seminar fotografi bertajuk “STATUM” selama tiga hari sejak Rabu (15/1) di Kampus 1 UPDM (B), Jakarta.

Pameran yang mengangkat tema paradoks ini menyajikan foto-foto yang menggambarkan pertentangan di kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah foto yang dipamerkan oleh seorang Pameris, Chaterine Devi bertajuk “A Brother’s Paranoid”. Foto tersebut menggambarkan seseorang yang posesif terhadap orang lain. Ia pun mengaku jika dirinya juga menjadi objek foto tersebut.

“Sisi paradoksnya dari foto ini, orang posesif itu atau paranoid di luar sana kan selalu ngelarang melakukan hal apapun itu, tetapi di sisi lain orang yang posesif ini punya rasa pedulinya ke saya ataupun ke suatu hal,” ujarnya.

“Aku jadi objeknya juga,” tambahnya.

Catherine menjelaskan cerita di balik penggunaan boneka sebagai properti. Ia mengatakan boneka itu sebagai simbol anak kecil yang selalu menjadi korban posesif. Ia juga mengungkap bahwa foto tersebut diambil berdasarkan pengalaman pribadinya.

“Boneka itu simbol dari anak kecil, terus dulu saya selalu dilarang-larang. Sekarang sudah besar, punya jalannya sendiri, ngga harus diatur-atur atau ditahan di rumah,” ungkapnya.

Dalam foto ini, ia ingin menunjukkan bahwa rasa peduli juga dapat diungkapkan dengan cara yang salah, seperti yang ia alami. Itulah yang menjadi paradoks dalam kehidupan saat ini.

“Sisi paradoksnya yaitu dia punya rasa peduli namun diungkapkan dengan cara yang salah. Jadi, setiap aku keluar malam atau main bareng teman-teman pasti abang kayak selalu nyariin atau nyamperin,” tutup Catherine.

(Baca: Melihat Sisi Lain Kehidupan di Pameran Telefikom Fotografi “STATUM”)

Reporter: Rahma Angraini
Editor: Faradina Fauztika