Home Entertainment Gaya Hidup Lintah Sang Penyembuh Penyakit

Lintah Sang Penyembuh Penyakit

1483
0
SHARE
Seekor lintah yang digunakan untuk raktek terapi maman.

Diamma.com – Lintah menurut sebagian orang merupakan binatang yang menjijikan dan menakutkan, karena kulitnya yang licin dan lembek serta dapat menghisap darah. Namun sebagian lainya, memanfaatkan hewan ini sebagai sarana untuk pengobatan tradisional.

Salah satunya adalah Rahman, lelaki yang akrab disapa ‘Bang Maman’ memiliki pengalaman yang akhirnya mengantarkan ia menjadi seorang terapis.

Berawal dari penyakit stroke yang dialami oleh temannya. Biaya pengobatan saat itu tidak dapat dijangkau, akhirnya temannya sudah tidak sanggup untuk membiayai penyakitnya tersebut di rumah sakit. Kemudian Bang Maman menemukan terapi lintah untuk menyembuhkan penyakit temannya, namun harga terapi itu cukup mahal.

Singkat cerita, lelaki berusia 49 tahun ini mencoba mecari lintah dengan dibantu anak-anaknya di daerah tangerang. Lalu Maman mengobati sendiri temannya dengan lintah secara bertahap dan berangsur membaik. Kini Maman sudah hampir tiga tahun membuka praktek teerapi dirumahnya, yang berada di Jalan Kemanggisan Ilir III/17, Jakarta Barat.

Proses terapi ini dengan menempelkan lintah dititik tertentu pada tubuh pasien, sesuai dengan penyakit yang dideritanya. Namun sebelum lintah ditempelkan di titik-titik tertentu, titik-titik tersebut diolesi dengan kuning telur agar lintah tersebut dapat menempel dan menggigit pasiennya.

Dibutuhkan sekitar satu sampai dua jam lintah menempel ditubuh pasien, namun hal ini tergantung dari penyakit yang diderita. Dalam proses terapi, lintah akan menyedot darah kotor dan mengeluarkan air liur. Air liur lintah itulah yang konon mampu menetralisir penyakit dalam tubuh sehingga darah semula beku berubah menjadi cair atau lancar dan tubuh menjadi segar.

Manfaat terapi lintah ini  dapat menyembuhkan penyakit jantung, tumor/benjolan, vertigo, darah tinggi, stroke, eksim, asam urat, diabetes, rematik, migran, dan sebagainya.

Maman pun tidak mematok harga untuk terapi ini. ”Biaya berobat disini dengan sukarela saja, terkadang ada yang membayar sekitar Rp 100.000, tetapi ada juga yang membayar dengan ucapan terima kasih. Saya juga terima-terima saja, karena tujuan saya ingin membantu orang agar cepet smubuh,” ujarnya.

Menurutnya, terapi lintah ini sangat berguna bagi tubuh manusia, karena lintah mengandung 15 zat putih telur diantaranya anti pembekuan darah, pinivilin, anti radang dan anti bius.

“Saya sudah cukup banyak mendapati pasien dengan berbagai penyakit, biasanya setelah terapi penyakit mereka berangsur membaik. Pasien yang datang kesini berasal dari luar daerah seperti Cibitung, Bekasi, Karawang, Semarang, dan sebagainya”, ucapnya sambil menghisap Rokok saat ditemui diamma.com.

Mulyantoro, pria yang sudah pernah mencoba terapi lintah, awalnya ingin mencoba seperti apa dan terapi ini. Kemudian setelah mencobanya beberapa kali, rasa pusing yang dialami Mulyantoro pun sudah hilang.

Lain halnya dengan H. Jali, lelaki berusia 54 tahun yang juga merupakan tetangga Maman ini, yang belum pernah mencoba Terapi Lintah. ”Saya belum pernah mencobanya, karena saya takut,” ungkapnya saat sedang asik duduk santai didepan rumahnya.

Efek yang dirasakan dari terapi lintah yaitu, pasien akan mengalami rasa gatal dan sedikit membengkak di daerah tubuh yang ditempelkan lintah. Tetapi dalam kurun waktu kurang lebih dua sampai tiga hari, rasa gatal dan bengkak tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Maman juga menyarankan, untuk penyembuhan penyakit secara maksimal, dapat menerapkan terapi ini secara bertahap, sesuai dengan penyakit yang diderita oleh pasien. Karena menurutnya jika satu atau dua kali terapi saja, itu belum menyembukan penyakit, melainkan hanya mengurangi rasa sakit yang diderita oleh pasien.

 

Reporter: Achmad Rafiq & Bagus Proyogo.

Editor: Frieska M.