Home Kampus Berbicara Prestasi dan Potensi Moestopo

Berbicara Prestasi dan Potensi Moestopo

835
0
SHARE

Diamma.com – Pada bulan lalu, beberapa mahasiswa Fikom UPDM(B) disibukkan dengan berbagai lomba yang diadakan oleh Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

Walaupun akhirnya, perjuangan laskar komunikasi ini harus kandas di tengah jalan.

Dwi ajeng widarini, dosen Fikom UPDM(B) yang sempat menjadi pembimbing selama perlombaan, mengatakan kekalahan ini dapat menjadi acuan tersendiri bagi mahasiswanya.

“Di UI, tim kita hanya kurang 4 poin untuk menjadi juara 3. Ini bisa menjadi acuan bahwa kita bisa. Suatu hal yang tidak mustahil untuk dapat mengalahkan universitas lain, terutama universitas negeri yang notabenenya dianggap tidak terkalahkan,” ujar Ajeng.

Selama 3 tahun menjadi pembimbing dalam lomba-lomba yang sering diadakan, Ajeng melihat banyak mahasiswa UPDM(B) yang berpotensi. Lanjutnya, tinggal bagaimana mahasiswanya mau bersaing dengan mahasiswa lain atau tidak.

Biasanya, Ajeng selalu mengajak mahasiswa yang berkeinginan untuk mengikuti lomba. Menurutnya, lebih baik mahasiswanya mengajukan sendiri daripada harus dipilih olehnya.

“Tidak hanya perlu pintar, tapi eager dan passionnya untuk mengikuti lomba, seperti lomba penelitian di UPH. Sesusah apapun penelitiannya, pasti dikerjakan jika mahasiswanya memiliki kemauan besar dari awal mengikuti lomba,” ucapnya.

Di UPH sendiri, Ajeng harus membimbing 2 dari 3 kelompok UPDM(B) yang lolos dalam 10 besar pada lomba penelitian Call for Papers.

Berangkat dari lomba penelitian ini, Ajeng merasa kegiatan riset ini penting untuk dilakukan di UPDM(B).

“Ke depannya, agar riset menjadi kebiasaan di kampus ini. Dan juga, universitas harus mulai berpikir bahwa prestasi di luar kampus itu sangat penting dan diperlukan,” tutupnya.

Fransisca Diana, mahasiswa Fikom UPDM(B), yang kelompoknya dibimbing Ajeng, juga mengatakan keinginannya sendiri mengikuti lomba penelitian ini. Berawal dari ngobrol dengan Ajeng via Blackberry Messenger (BBM), Diana yang biasa disapa Dai, mengajukan diri untuk mengikuti lomba.

“Iseng aja. Lucu kalau ikut dan mau tahu seberapa jauh kemampuan gw,” imbuhnya.

Kelompoknya Dai sendiri mengusung tema “Menduniakan musik indie Indonesia melalui jejaring sosial” dalam makalah penelitiannya. Tema inilah yang akhirnya meloloskan kelompok Dai masuk ke dalam sepuluh besar.

Dalam waktu dekat, Deska Yunita, mahasiswa Fikom UPDM(B), dan kelompoknya akan presentasi pada konferensi internasional membawa jaket almamater Moestopo yang diadakan oleh London School of Public Relation.

Reporter: Rionaldo Herwendo / Foto: Deska Yunita.

Editor: Frieska M.