Home Travel The Story of Tukik

The Story of Tukik

1030
0
SHARE

 

 

 

 

 

 

Anak penyu (tukik) yang baru menetas dari telurnya. Fotografer: Kevin Erens Giri

 

 

 

 

 

Diamma.com – Penyu adalah salah satu hewan yang sudah cukup langka di Indonesia. Penyu termasuk  hewan yang habitatnya dilindungi oleh dunia.

Salah satu tempat pengelolaan habitat penyu hijau terdapat di pesisir Pantai Selatan, tepatnya di Pantai Pangumbahan, Sukabumi-Jawa Barat.

Pengelolaan penetasan awalnya dikelola oleh pihak swasta sebelum bulan Agustus 2008, lalu mulai diambil alih oleh pihak Pemerintah Daerah setempat di bagian distribusi sebanyak 50%, kemudian diambil penuh oleh pihak pemda sukabumi untuk di kelola dan di lestarikan.

Semua itu dilakukan agar penyu dan telurnya tidak punah dikonsumsi dan diperjualbelikan oleh masyarakat setempat.

Malam itu hujan cukup deras, kami  tetap melihat induk penyu bertelur di pesisir pantai. Pada malam hari penyu pasti datang untuk menetaskan telur-telurnya.

Penyu menghasilkan antara 100-200 butir telur, dan telur-telur tersebut diambil lalu di kelola sampai telur menetas menjadi tukik. Setelah menetas tukik-tukik di pindahkan keruangan gelap, bertujuan mengurangi gerak, agar tukik tidak kelelahan dan menjaga kesehatanya.

Penyu tidak selalu bertelur setiap hari, hewan mamalia ini mempunyai masa puncak dan penurunan disaat bertelur.

“Peneluran penyu memiliki masa masa puncaknya yang jatuh pada bulan Juli – Desember, masa penurunannya pada bulan Januari-Juni.” ucap pengelola setempat kepada diamma.com.

Proses penetasan berlangsung selama 54-60 hari setelah telur-telur itu di keluarkan dari induk penyu. Lamanya proses juga tergantung cuaca setempat dan kondisi telur.

Reporter : Rizki Agustian & Mahesa Nur Syafe’I (calon cinta)/Foto : Kevin Erens Giri.

Editor : Frieska M.