Home Kampus Outbond Fisip, 20 Persen Unsur Militer

Outbond Fisip, 20 Persen Unsur Militer

779
0
SHARE

Oleh: Dila Putri / Fotografer: Erwin Tri Prasetyo

Editor: Hikmah Rani

Diamma – Dalam rangka penerimaan mahasiswa baru (Maba) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) mengadakan acara Outbond selama tiga hari yang berlokasi di Marinir Cilandak, (8-9/9). Kegiatan yang mengusung tema “Soldier” ini berlangsung berdasarkan empat aspek, yaitu mentalitas, krealifitas, penalaran dan rasionalisasi. “Mereka (Maba) dituntut untuk belajar disiplin, itu yang pertama,” ujar Hafidz Umar Badjrie selaku ketua pelaksana kegiatan Outbond FISIP 2011. “Kami akan memberitahu apa itu inti dari soldier kepada para Maba, mulai dari masalah kedisiplinan, etos kerja dan sebagainya,” lanjutnya.

Mengambil lokasi dan bekerjasama dengan marinir bukan berarti acara Outbond ini sepenuhnya diambil alih dan dilaksanakan secara militer. Hafidz mengungkapkan bahwa Marinir sifatnya hanya mengawasi keberlangsungan acara yang sudah disusun oleh panitia. “Pembagian porsinya 80% panitia dan 20% marinir, dimana marinir hanya menyisipkan paling tidak tiga kegiatannya seperti penyampaian materi mengenai wawasan kebangsaan dan outbond,” ungkap pria yang merupakan mahasiswa FISIP-HI 2008 tersebut.

Hafidz pun menyatakan bahwa acara Outbond 2011 ini tidak secara langsung bersifat wajib. “Tidak ada sanksi khusus, di sini kita lebih melihat kesadaran mereka (mengenai acara Outbond ini). Kita ingin melihat regenerasi FISIP, baik Administrasi Negara (AN) maupun Hubungan Internasional (HI),” ucap Hafidz. Namun, dengan tidak mewajibkannya tidak membuat kegiatan Outbond FISIP 2011 ini sepi peminat. Antusiasme Maba FISIP mengenai acara ini terlihat dari jumlah peserta yang ikut, yaitu sebanyak 106 orang dari keseluruhan Maba FISIP yang berjumlah sekitar 170 orang.

Pihak panitia pun menjamin tidak adanya perploncoan yang terjadi selama kegiatan Outbond ini berlangsung. “Kalau terbukti ada yang melakukan perploncoan (terhadap Maba), maka kita (panitia) akan berhadapan langsung dengan pihak rektorat. Dan pihak rektorat akan bekerjasama dengan Marinir untuk melakukan pendisiplinan terhadap panitia,” tutur Hafidz. Hal ini pun dibenarkan oleh Muhammad Ibnu Hajar, Maba FISIP 2011. “Keluhan gak ada, gue enjoy di acara ini. Untuk ajang perploncoan sepertinya gak ada. Kalau panitia bersikap galak atau marah-marah ya gimana kita menyikapinya aja,” ujarnya.

Berbagai harapan untuk masa depan FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan untuk kegiatan Outbond berikutnya pun terlontar dari pihak panitia dan Maba. Seperti halnya Hafidz yang berharap bahwa kedepannya para panitia tidak sekedar dianggap sebagai senior yang hanya sekedar ingin dihormati, tapi juga dapat menjadi panutan bagi para mahasiswa baru.

Ibnu pun memiliki kesan dan pesan tersendiri. “Waktu malam, gue menemukan suatu momentum dimana gue merasa ‘disenggol’ seperti ‘woy gue itu mahasiswa’ dan gue harap teman-teman mahasiswa itu merasakan sama seperti gue,” tutur Ibnu menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat. “Gue harap kedepannya kegiatan seperti ini akan ada lagi,” tambahnya. Semoga apa yang telah dilewati selama kegiatan berlangsung dapat memberi pelajaran yang berarti bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan berlangsung, dan apa yang dipelajari selama tiga hari kegiatan tersebut tidak menguap begitu saja seiring perjalanan pulang menuju Kampus Merah Putih, tempat dimana pelajaran yang sesungguhnya akan didapat. Salam mahasiswa!