Home News Aksi Unjuk Rasa “Bunuh Koruptor” Yang Berujung Ricuh

Aksi Unjuk Rasa “Bunuh Koruptor” Yang Berujung Ricuh

987
0
SHARE

Oleh: Erwin Tri Prasetyo / Fotografer: Erwin Tri Prasetyo

Editor: Hikmah Rani

Diamma, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi siang tadi di datangi oleh sekelompok orang yang memberi nama Aliansi Pemuda Kebangsaan, Rabu, (26/7). Aliansi yang berasal dari berbagai penjuru Jakarta ini, datang dengan berbagai tuntutan pada pukul 12.30 WIB, diantaranya, “ Tindak Tegas Parakoruptor, Pejabat KPK jangan Berkonspirasi dengan Koruptor, Tangkap Koruptor tidak Pandang Bulu, Bersihkan Negri ini dari Koruptor, serta KPK harus Menjadi Tumpuan dan Harapan Rakyat.”

Korupsi di Indonesia kini sudah dalam posisi  yang sangat parah dan begitu mengakar dalam setiap sendi kehidupan. Perkembangan praktek korupsi dari tahun-ketahun semakin meningkat. Canggih serta lingkupnya sudah meluas dalam seluruh aspek masyarakat. Meningkatnya tindak pidana korupsi yang tidak terkendali akan mebawa bencana tidak hanya dalam perekonomian juga dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya. Tindak pidana korupsi tidak lagi dapat di golongkan sebagai kejahatan biasa melainkan telah menjadi suatu kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

Asep Abbas selaku Ketua Umum dari Aliansi Pemuda Kebangsaan dalam orasinya mengatakan, “Para koruptor adalah rampok Negara yang seharusnya ditangkap dan di penjarakan bukan malah berkeliaran diluar sana, dan kami menuntut untuk KPK agar tegas dalam menjalankan suatu keputusan”. “Dan Penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia masih di hadapkan dengan beberapa kondisi, yakni masih lemahnya upaya penegakan hukum, serta tindakan hukum yang tebang pilih,” tambahnya. Dan “ Demo ini terjadi karena adanya kasus korupsi yang tidak jelas penanganannya seperti kasus Gayus Tambunan, pemilihan Gubernur BI Miranda Goeltom, kasus korupsi kemenpora M. Nazarudin dan kasus-kasus lain,” ujar saifuloh lelaki berambut putih.

Demonstran  sebanyak kurang lebih 300 orang ini melakukan aksi membakar ban di tengah jalan, namun langsung dihentikan dan dimatikan oleh polisi yang menjaga jalannya unjuk rasa  tersebut. Tak hanya itu aksi treatrikal juga dilakukan untuk meyindir kinerja KPK yang akhir-akhir ini mulai meredup.  Dalam orasi terakhirnya, karena dari pihak KPK tidak ada yang bersedia melakukan pertemuan untuk suatu kesepakatan, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Aliansi Pemuda Kebangsaan dalam hal ini  melakukan pelemparan telur terhadap kantor KPK yang berujung kerusuhan. Lalu unjuk rasa ini akhirnya di bubarkan paksa oleh Polisi, akibatnya “Satu orang demonstran di amankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keteranganya,” ujar Komisaris Besar Gatot Eddy P selaku KAPOLRES Jakarta Selatan.