Home Kampus How to Think Like a Boss?

How to Think Like a Boss?

552
0
SHARE

Oleh Kharis Karim, Yohanna Karlina / Foto: Kharis Karim

Editor: Rionaldo Herwendo

Diamma – Jumat 10 juni 2011 telah diadakan seminar yang mengangkat tema entrepreneur, yang diselengarakan oleh Senat Fikom 2011. Bertujuan membuka mata para mahasiswa untuk peluang bisnis dan memotivasi mahasiswa untuk berbisnis.

Seminar yang berjudulkan “How To Think and Like a Boss” mengangkat sikap entrepeneur dan perjalanan pengusaha muda M. David Octavian (21thn)  dalam mengelola bisnis vermak jeans, dari counter berukuran 1 X 30 meter sampai menyulapnya menjadi vermak jeans satu-satunya di Asia yang berlisensi internasonal yang bernama Jakarta Jeans House.

Acara yang diselengarakan di Lab Humas moestopo berjalan selama kurang lebih 2 jam lamanya. Perjalanan David tentang bagaimana JJH ini berawal terbentuk membuat decak kagum para peserta seminar dan banyak pertanyaan “Bagaimana seorang pemuda yang terlahir bukan dari golongan atas, mempunyai suatu usaha yang satu-satunya di asia?”

David menceritakan bagaimana dia berawal berbisnis dari membuat jaket almamater saat SMA,  berjualan baju dari Pasar Mangga Dua sewaktu kuliah, sampai dia membuka vermak jeans dan melihat peluang yang belum disentuh orang banyak. Kisah hidup dan kata-kata  David yang memiliki dendam sosial saat SMA ini, menjadi pembuka pikiran para mahasiswa untuk menghilangkan gengsi dan terus berfikir “Kita bisa dan kita mampu” untuk memulai bisnis di usia muda.

Sebelum masuk pada sesi tanya jawab, David membagikan 4 hal yang menurutnya penting untuk berbisnis, yaitu 4K (komunikasi, Kesempatan, Kerja keras, Komitmen), komunikasi menjadi hal terpenting dibandingkan modal untuk David karena dia berkata, “Saya usaha ini cuma MBA(Modal bacot doank).” Gelak tawa pun pecah saat David mengatakanya.

Antusiasme mahasiswa yang hadir membuat sesi tanya jawab penuh dengan pertayaan-pertayaan yangg mengulik tentang sikap entrepreneur sang narasumber David Octavian, pada segment pertama Ferdian bertanya tentang menghadapi kompetitor yang akan muncul, di segment kedua Alza Kiky menanyakan motivasi untuk remaja untuk tetap teguh pada komitmenya.

Seminar yang memiliki tujuan untuk membuka mata dan memotivasi para mahasiswa untuk berbisnis memiliki workshop dimana MEC (Moestopo Entrepreneur  Center ) bersedia memberikan modal para mahasiswa yang memiliki rencana bisnis yang terbaik. Seminar ditutup dengan pemberian plakat kepada David Octavian.