Home Kampus Bahasa Inggris Menunjang Perkuliahan Mahasiswa UPDM(B)

Bahasa Inggris Menunjang Perkuliahan Mahasiswa UPDM(B)

568
0
SHARE

Oleh Yohana Karlina, Rionaldo Herwendo / Foto: Yohana Karlina

Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan di dalam era globalisasi.  Bukan hanya dalam segi ekonomi , bisnis dan juga pariwisata bahasa Inggris juga dapat berperan untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan. Begitu pula yang terjadi di kampus UPDM (B). Sudah ada beberapa dosen yang menggunakan modul atau buku dengan menggunakan  bahasa Inggris untuk mata kuliah yang diajarkan.

“Kalau mengikuti standar pendidikan S1 yang berjurusan komunikasi, materi dengan bahasa Inggris memang sangat diperlukan,” ujar Novita Damayanti dosen Menejemen Industri Kehumasan yang menggunakan modul bahasa Inggris dalam proses perkuliahannya. Menurut beliau modul dengan menggunakan bahasa Inggris memang seharusnya sudah diterapkan di dalam setiap materi perkuliahan ditambah lagi bagi mahasiswa yang mengambil jurusan komunikasi karena bahasa Inggris sangat diperlukan dan juga berguna untuk mahasiswa setelah lulus dan akan memasuki dunia kerja.

pernyataan tersebut juga ditanggapi oleh Cindy Melissa Putri Fikom 2009, “Saya setuju kalau kuliah dengan menggunakan modul berbahasa Inggris, asalkan dosen pengajarnya memang sudah kompeten dan fasih bahasa Inggris, supaya nanti bisa berjalan efektif kuliahnya. ”

Pada dasarnya tujuan dibuatnya modul berbahasa Inggris adalah sebagai pedoman belajar kepada seluruh mahasiswa agar mahasiswa mau mengerti tentang materi yang diajarkan dan mau berusaha untuk mencari makna serta menalarkan materi yang sedang dipelajari.

Selain itu, beliau juga memberikan kiat untuk menaikkan minat mahasiswa dalam belajar dan membaca dengan menggunakan bahasa Inggris, “Belajar dari hal yang mudah dan sederhana, yaitu membaca cerpen (cerita pendek), sinopsis sebuah film asing atau buku cerita dengan menggunakan bahasa Inggris, lalu berusaha untuk mencari dari arti kata yang tidak dimengerti dan belajar untuk menalarkan apa yang sudah ditulis dalam buku atau modul tersebut, karena pada dasarnya modul atau buku materi perkuliahan terlihat tebal dikarenakan lebih banyak menggunakan studi kasus.