Home Travel Gili Trawangan Menjadi Persinggahan Terakhir Hidup

Gili Trawangan Menjadi Persinggahan Terakhir Hidup

632
0
SHARE

Oleh Novriadji, Rionaldo / Foto : Novriadji

Diamma – Berbagai wisatawan mancanegara berkumpul dalam satu pulau yang sangat indah di Indonesia hanya untuk berlibur, namun beberapa turis di sini merasa keasyikan, hingga membuat rumah untuk menjadi tempat tinggal.

Zhang, pria asal Thailand ini sebelumnya ingin berlibur ke tempat orang tuanya yang tinggal di pulau Gili Trawangan, Lombok Utara. Karena ibunya menikah lagi dengan orang asing dan lebih memilih untuk membeli rumah di sana ketimbang di negeri Pagoda.

Awalnya hanya ingin berlibur setelah beberapa bulan ia merasa keyakinan hatinya ingin tinggal lebih lama di sini, “Saya di sini sudah dari Januari tahun lalu, tiba-tiba perasaan hati saya ingin tetap lebih lama tinggal disini bersama orang tua saya,” ucap Zhang berbahasa inggris pasif.

Lelaki  berusia 23 tahun ini, bekerja sebagai atraksi tongkat api atau lebih dikenal Fireworks di salah satu kafe Bangkok sekaligus pemilik di sana, terlihat ketika ia sedang latihan di pinggir pantai menggunakan tongkat kayu kedua ujung tongkatnya ditutupi dengan kain putih saat ditemui oleh reporter Diamma.

Untuk bisa menguasai memutarkan tongkat dengan atraksi api di pinggirnya perlu waktu sekitar dua atau tiga bulan untuk belajarnya. “Tongkat dicelupkan ke minyak tanah lalu menyalakan api, terakhir siap untuk beraksi,” katanya.

Apabila api sudah menyala ke tongkat sebaiknya jangan didiamkan, api akan merembet dan akan mengenai tangan. Namun ketika ditanya kenapa ia lebih memilih berlibur ke sini dan betah tinggal bersama orang tuanya di Gili Trawangan. Menurutnya,  Zhang lebih nyaman tinggal di sini karena di tempat ini kehidupan yang damai, tenang, serta masyarakat di sini ramah tidak ada mobil dan sepeda motor lengkap sudah.

Ia juga menambahkan tentang alamnya, “Di sini keindahan laut dan alam yang masih alami membuat saya tidak bisa melupakan tempat ini, apa lagi kalau saya menyelam melihat banyak ikan di permukaan laut, keren..” ujar pria berjenggot.

Sementara itu berbeda dengan Howard, 32, wisatawan asal Prancis yang sedang berlibur di sini, ia sudah dari Aceh menuju sampai Bali untuk mendaki gunung di Indonesia. Dan terakhir ia mengakhiri tujuannya berlibur dalam waktu dua minggu di Gili Trawangan.