Home Entertainment Budaya Sosok Stephen Sondheim Tutup Usia, Industri Broadway Berduka

Sosok Stephen Sondheim Tutup Usia, Industri Broadway Berduka

88
0
SHARE
Stephen Sondheim. Foto: Reuters.com

Diamma.com- Stephen Sondheim merupakan seorang legenda Broadway, sekaligus seorang komposer ternama meninggal dunia di usia 91 tahun pada Jumat pagi (26/11).

Melansir dari New York Times, seorang kerabat pengacara, F. Richard Pappas mengatakan bahwa Stephen Sondheim tutup usia dalam kondisi tanpa sakit apapun dan secara tiba-tiba.

Kabar duka ini merupakan kesedihan bagi industri Broadway terutama di Amerika Serikat. Ia pernah bergelut sebagai komposer untuk beberapa musikal ternama seperti Into the Woods, Sweeney Todd, Gyspsy, Sunday in the Park with George, dan banyak karya lainnya dari teater musikal.

Stephen Sondheim dalam puncak kariernya memenangkan segudang penghargaan mulai dari Oscar, Pullitzer, delapan Tony Awards, delapan Grammy Awards, anugerah kehormatan Kennedy Center dan Presidential Medal of Freedom.

Adapun bangunan The Stephen Sondheim Theatre yang terletak di Manhattan berdiri kokoh untuk menghormati karya-karyanya.

Ia secara umum dikenal sebagai seorang penulis lirik, penulis lagu, seniman konseptual. Dalam menulis atau berbicara tentang sifat dalam seni pertunjukan, ia bisa melahirkan bentuk-bentuk yang mengkonseptualisasikan apapun.

Tahun terproduktif pada 1970an dan 1980an, berbagai karya dihasilkan yang bersifat sangat orisinal dan bervariasi, seperti “Company” (1970), “Follies” (1971), “A Little Night Music” (1973), “Pacific Overtures” (1976), “Sweeney Todd” (1979), “Merrily We Roll Along” (1981), “Sunday in the Park With George” (1984) and “Into the Woods” (1987).

Kepergian Sondheim meninggalkan banyak karya fantastis, sejumlah seniman dan beberapa penggiat seni berkumpul di Times Square, New York untuk memberi penghormatan terakhir mengenang karya-karyanya.

Walikota New York, Bill de Blasio turut berbela sungkawa di dalam cuitannya.

“Stephen Sondheim menciptakan dunia dan karakter yang fantastis, tetapi di jantung setiap cerita yang ia ceritakan adalah seorang anak dari New York City. Dan anak itu adalah legenda. Salah satu lampu paling terang di Broadway adalah gelap malam ini. Semoga ia beristirahat dengan tenang,” cuitnya yang dilansir dari Twitter.

Penulis: Nafis Arsaputra
Editor: Rianty Danista