Home News Nasional 7 Daftar Hoaks UU Ciptaker yang Dibantah Presiden Joko Widodo

7 Daftar Hoaks UU Ciptaker yang Dibantah Presiden Joko Widodo

26
0
SHARE
Presiden Joko Widodo saat membantah poin-poin hoaks yang tersebar. Instagram.com/jokowi

Diamma.com- Presiden Joko Widodo merilis peryataan resmi terkait penolakan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah menjadi UU Cipta Kerja setelah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dalam pernyataan resminya, ia menyinggung soal disinformasi atau hoaks yang terlanjur menyebar di masyarakat terkait polemik UU Cipta Kerja. Penyebaran informasi yang keliru itu jadi salah satu pemicu demostrasi besar-besaran yang terjadi pada Kamis, (8/10) lalu.

Adapun 7 daftar bantahan tentang  hoaks yang dibantah oleh Jokowi sebagai berikut:

1. Upah Minimum Dihapus

Jokowi menegaskan kalau upah minimum di UU Cipta Kerja masih diberlakukan seperti halnya yang sudah diatur di UU Nomor 13 Tahun 20013 tentang Ketenagakerjaan, baik UMP maupun UMK.

“Saya ambil contoh ada informasi yang menyebut penghapusan Upah Minimum Provinsi, Upah Minimum Kabupaten, Upah Minimum Sektoral Provinsi. Hal ini tidak benar karena pada faktanya Upah Minimum Regional tetap ada,” kata Jokowi.

Dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja memang menghapus mengenai penangguhan pembayaran upah minimum. Selain itu, regulasi baru ini diklaim pemerintah justru menambah perlindungan bagi pekerja.

2. Upah per Jam

Jokowi juga membantah isu kalau tenaga kerja akan dibayar berdasarkan per jam. Ia menegaskan kalau skema masih menggunakan aturan lama. Hitungan per jam di UU Cipta Kerja dilakukan untuk memfasilitasi pekerja yang sifatnya pekerja lepas dan sebagainya.

“Ada juga yang menyebutkan upah minimum dihitung per jam, ini juga tidak benar. Tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang, upah bisa dihitung berdasarkan waktu dan berdasarkan hasil,” ucap dia.

3. Cuti Dihapus

Jokowi menegaskan UU Cipta Kerja sama sekali tak menghapus hak cuti karyawan di perusahaan. Cuti seperti cuti hamil, cuti haid, dan cuti reguler masih didapatkan karyawan sesuai dengan UU Ketengakerjaan.

“Kemudian ada kabar yang menyebut semua cuti, cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan dihapuskan dan tidak ada kompensasinya. Saya tegaskan ini juga tidak benar, hak cuti tetap ada dan dijamin,” ujar dia.

( Halaman Selanjutnya-> )