Home News Nasional Mal Tetap Dibuka, Baru Akan Ditutup Jika Ada Kasus Covid-19

Mal Tetap Dibuka, Baru Akan Ditutup Jika Ada Kasus Covid-19

95
0
SHARE
Mal Senayan City yang terletak di Jakarta Pusat. Foto: CNBC Indonesia

Diamma.com- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tetap mengizinkan pusat perbelanjaan seperti mal dan pasar tetap beroperasi selama PSBB total jilid II yang berlangsung mulai Senin (14/9) hingga dua pekan ke depan. Namun, melalui konferensi pers virtual, ia menegaskan akan menutup pusat perbelanjaan jika ditemukan kasus positif Covid-19.

“Selama dua pekan ke depan, bila di pasar, pusat perbelanjaan, di gedung perkantoran ditemukan kasus positif, maka bukan saja kantor atau penyewa di lantai tertentu, tapi seluruh gedung akan ditutup selama tiga hari operasi,” tegas Anies pada Minggu (13/9), melansir CNN Indonesia.

Akan tetapi, Anies memperbolehkan mal dan pasar tetap beroperasi dengan catatan pengunjung yang datang hanya diberbolehkan 50 persen dari kapasitas normal gedung tersebut. Ia juga menilai tidak ditutupnya pasar karena merupakan salah satu sektor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terlebih selama PSBB berlangsung.

“Batasan kapasitas paling banyak 50 persen pengunjung yang berada dalam lokasi bersamaan. Tapi restoran, rumah makan, kafe yang berada di dalamnya hanya boleh menerima pesan antar dan bawa pulang,” jelasnya.

“Tindakan kita untuk menutup pasar bila ditemukan kasus positif, telah membuat para pedagang bersama-sama menegakan kedisiplinan untuk menghindari pasarnya ditutup. Jadi saat ini, kita menyaksikan justru kasus terbanyak dari kejadian-kejadian yang sekarang bermunculan adalah dari perkantoran,” tambah Anies.

Sebelumnya, Anies memutuskan untuk menarik rem darurat pada Rabu (9/9) imbas penyebaran Covid-19 di ibu kota yang terus meningkat. Selain itu, semakin penuhnya kapasitas rumah sakit juga menjadi salah satu faktor kembali berlakunya kebijakan tersebut.

Penulis: Faradina Fauztika
Editor: Rahma Angraini