Ilustrasi seseorang sedang menulis cerita fiksi. Foto: nextren.grid.id

Diamma.com- Setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda, salah satu minat yang banyak diminati yaitu menulis cerita fiksi.

Di Indonesia, sudah banyak penulis yang menghasilkan karya berbentuk cerita fiksi dan telah sukses di pasaran. Terlebih, ada berbagai platform yang menjadi fasilitas para penulis untuk membuat karya mereka. Selain itu, karya-karya yang telah mereka buat bisa diangkat menjadi film ataupun mini series.

Nah, bagi diammania yang ingin membuat cerita fiksi tapi bingung harus memulainya dari mana, yuk simak langkah-langkah berikut ini:

1. Tentukan Genre Tulisan

Langkah awal sebelum memulai menulis adalah menentukan genre tulisan. Kamu bisa memilih satu atau dua genre agar kamu fokus dengan tulisanmu. Misalnya kamu bisa memilih genre romantis, fiksi penggemar, ataupun genre horor yang dibumbui dengan komedi.

2. Perkuat Watak  Disetiap  Tokoh

Setelah menentukan genre, langkah selanjutnya adalah menciptakan watak pada setiap tokoh. Untuk memperkuat tokoh yang kamu buat agar terlihat nyata, kamu bisa memulainya dengan menentukan apa yang disukai dan tidak disukai, bagaimana penampilan fisik dari setiap tokoh, bagaimana cara berpikir, hingga apakah tokoh yang kamu ciptakan adalah pribadi yang emosional atau justru bersikap dingin.

3. Buat Alur yang Menarik

Langkah yang paling tidak bisa dilewatkan adalah membuat alur semenarik mungkin. Jika bagian pertama cerita tidak menarik, maka pembaca tidak akan melanjutkan bacaannya pada bagian selanjutnya. Begitupun dengan bagian akhir, ciptakan ending yang tidak pernah terbayangkan oleh pembaca. Bisa dengan ending yang menggantung, happy ending, maupun sad ending. Untuk konflik, ciptakan emosi pembaca seperti roller coaster, ada saatnya suasana tiba-tiba menjadi tegang dan penuh emosi, dan ada pula saatnya suasana menjadi mengharukan.

4. Buat Judul yang Tidak Biasa

Hal pertama yang dilihat pembaca yaitu judul cerita, baru setelah itu cover dan blurb. Buatlah judul berita yang menarik sekaligus menggambarkan keseluruhan isi cerita. Selain itu, buat judul cerita yang gampang diingat oleh pembaca dan tidak susah untuk diucapkan. Biasanya, ada penulis yang memulai menentukan judul lalu menulis alur cerita, begitupun sebaliknya, ada penulis yang menulis alur cerita lalu menentukan judul. Itu semua tergantung kepada kamu, lebih nyaman menulis alur cerita atau judul terlebih dahulu.

5. Periksa Tulisan sebelum Mempublikasikan

Sebelum mempublikasikannya dan dilihat oleh pembaca, kamu harus memeriksa ulang tulisan kamu. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir kesalahan yang ada di tulisan tersebut, apakah masih ada salah penulisan, ataupun kata-kata yang tidak sesuai. Banyak penulis yang melupakan langkah ini dan langsung mempublikasikannya, padahal membaca ulang tulisan juga merupakan hal penting.

Nah itu dia, langkah-langkah yang harus diperhatikan ketika menulis cerita. Semoga bermanfaat untuk Diammania yang baru saja akan memulai menulis cerita fiksi.

Penulis: Savira Putri Aprillia
Editor: Rahma Angraini