Home News Internasional Partai Demokrat AS Kecam Pembunuhan Jenderal Iran Akan Timbulkan Perang

Partai Demokrat AS Kecam Pembunuhan Jenderal Iran Akan Timbulkan Perang

327
0
SHARE
Calon Presiden Joe Biden dan senator Barnie Sanders berdiri bersama di atas panggung untuk menyiapkan debat kampanye di Universitas Layola Marymount, Los Angeles, Amerika Serikat. Foto : Reuters.com

Diamma.com- Partai Demokrat AS mengecam tindakan Trump yang ceroboh dengan membunuh Jenderal Qassem Soleimani,  hal ini menurutnya akan terjadi eskalasi di Timur Tengah.  Sementara itu,  Kematian Jenderal Iran tersebut menimbulkan gelombang emosi di Iran dan akan menuntut balas dendam.

Partai Demokrat  pada Jumat (3/1) mengutuk serangan udara yang menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani dan mengatakan bahwa keputusan  yang dibuat Presiden Donald Trump dapat menyebabkan Amerika Serikat ke perang lain di Timur Tengah. 

“Kami berada diambang perang lain di Timur Tengah,” kata Senator A.S. liberal Elizabeth Warren.

Selain itu, ia juga mengatakan putusan Trump mengenai hal tersebut dinilai ceroboh.

“Kami tidak di sini karena kecelakaan. Kami di sini karena presiden yang sembrono, sekutunya, dan pemerintahannya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mendorong kami ke sini, ” tambahnya, dilansir dari Reuters.

Demokrat bersatu dalam mengutuk keputusan Trump itu, serta ada beberapa tanggapan berbeda terkait permasalahan tersebut. Biden dan Buttigieg mengindikasikan bahwa mereka memandang Soleimani sebagai ancaman keamanan yang menabur kekacauan di wilayah tersebut, sedangkan Sanders dan Warren menyebutnya lebih netral dan menyebut pembunuhannya sebagai “pembunuhan.”

Sementara itu, Presiden Iran, Hassan Rouhani memberikan respon mengenai ancaman balas dendam dan bersumpah akan ada konsekuensi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut. 

“Darah murni Qassem Soleimani pasti akan memperkuat pohon perlawanan, menyatukan rakyat Iran, dan membuat kebijakan AS di wilayah itu kurang efektif dari hari ke hari,” kata Hassan Rouhani.

Selain itu, Dewan Keamanan Nasional Iran telah mengadakan pertemuan darurat untuk memutuskan reaksi Iran terhadap pembunuhan tersebut.

Adapun, Presiden Amerika Serikat tersebut, masih tetap pada pendiriannya dengan berdalil bahwa serangan ini untuk menghentikan perang bukan memulai perang baru. 

Penulis: Sarah Nurzakiah
Editor: Rahma Angraini