Home News Internasional Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut

Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut

816
0
SHARE
Seekor penyu yang tersangkut sampah. Foto: mongabay.co.id

Diamma.com – Sampah  menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh sebagian besar negara-negara di dunia, karena sifatnya yang sulit diurai, namun keberadaannya semakin meningkat setiap tahunnya.

Menurut data statistik, Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar ke-2 di lautan setelah Tiongkok.

World Economic Forum pada 2016 menyatakan, ada lebih dari 150 juta ton plastik di samudera planet ini. Tiap tahun, 8 juta ton plastik mengalir ke laut. Sampah ini berdampak pada rusaknya ekosistem laut dan mengkibatkan banyak hewan mati dan teridentifikasi karena sampah plastik.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati pada 2016, sampah di lautan telah membahayakan lebih dari 800 spesies. Dari 800 spesies itu, 40% adalah mamalia laut dan 44% adalah spesies burung laut.

Konferensi Laut PBB di New York 2017 menyebut limbah plastik di lautan membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan yang tidak terhitung jumlahnya, setiap tahun.

Dilansir dari detik.com, berikut adalah beberapa kasus hewan yang terancam akibat sampah plastik:

1. Paus telan 80 kantong plastik

Dilansir BBCnews.com , seekor paus pilot mengalami sakit dan tidak bisa berenang di kawasan Thailand selatan. Akhirnya, paus tersebut mati pada 1 Juni 2018.

Upaya penyelamatan dari petugas perairan Thailand tidak berhasil menyelamatkan nyawa paus tersebut. Usut punya usut, paus itu ternyata telah menelan 80 kantong plastik, dengan bobot 8 kg.

2. Sedotan plastik di hidung kura-kura

Sebuah unggahan video YouTube berisi proses penyelamatan kura-kura dengan sedotan yang tersangkut di hidungnya menjadi viral. Sedotan plastik sepanjang 12 cm dicabut dari lubang hidung kura-kura tersebut.

Hal tersebut mendapatkan perhatian dunia dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun turut mengunggah video tersebut di akun Twitter-nya.

3. Paus Sperma di Wakatobi

Bangkai seekor paus ditemukan di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada 19 November 2018 lalu. Di dalam perut paus terdapat sampah gelas plastik sebanyak 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), dan tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Total berat basah sampah 5,9 kg.

Hal tersebut menarik perhatian warga dunia. Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati mengatakan, semakin banyak sampah plastik di lautan, maka semakin besar ancaman bagi kelestarian ekosistem di laut.

Meski ancaman kerusakan tak hanya berasal dari sampah plastik, tetapi Susan tetap mengingatkan bahwa dampak yang ditimbulkan dari sampah plastik juga sangat berbahaya.

“Untuk itu, mari selamatkan laut Indonesia dan ekosistemnya dari sampah,” ajaknya.

Maka dari itu, selamatkan bumi kita dan buanglah sampah pada tempatnya. Hentikan penggunaan plastik.

Penulis: Angelina Tri Maulidina
Editor: Gadis Ayu Maharani