Home Kampus Debat KPR Uji Mental Calon Ketua Senat

Debat KPR Uji Mental Calon Ketua Senat

701
0
SHARE
Basta dan Bella saat menjawab pertanyaan tamu undangan
Basta dan Bella saat menjawab pertanyaan tamu undangan

Diamma.com – Senin (19/05/2014) bertempat di pelataran parkir motor UPDM(B), Komisi Pemilu Raya (KPR) mengadakan Debat Terbuka jelang pergantian Ketua Senat Mahasiswa Fikom periode 2014/2015. Dua nama telah ditetapkan sebagai kandidat calon Ketua Senat Fikom yang baru yaitu, Albastha Rayhanul Hanief (Fikom 2011) dan Bella Bellinda (Fikom 2012).

Acara tersebut dibuka secara simbolis oleh Prasetya Yoga Santoso selaku Wakil Dekan III Fikom dan Ngadiono selaku wakil rektorat serta beberapa patah kata dari Ketua KPR yaitu Freza Villano. Selain dari pihak rektorat dan fakultas, acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh LKM yang ada di UPDM(B) dan mahasiswa umum lainnya.

Acara dilanjutkan dengan penjabaran visi dan misi dari masing-masing calon Ketua Senat, serta sekilas penjabaran mengenai UPDM(B). Sesi debat pun dimulai, Ega De Melaz selaku Ketua Senat periode 2013/2014 mengajukan pertanyaan yang bersifat personal kepada kedua kandidat, “mengapa anda (Basta & Bella-RED) berani mencalonkan diri sebagai Ketua Senat?,” tanyanya.

Bella diperkenankan untuk menjawab terlebih dahulu, “pertama saya memiliki kepercayaan oleh Allah SWT untuk mencalonkan diri, kedua saya mempunyai kedua orang tua yang selalu men-support dan meyakinkan orang tua untuk menjadi Ketua Senat, ketiga saya terlahir dari salah satu organisasi di Moestopo, dan terakhir saya mempunyai orang dibelakang saya yang akan men-support saya,” jawabnya.

Basta pun tak mau kalah dengan Bella, dirinya kemudian dipersilahkan untuk menjawab pertanyaan dari Ega, “karena ada dorongan dan kepercayaan dari teman-teman saya, serta dorongan lebih dari orang tua saya terutama Bapak karena Bapak menjadi Ketua Senat juga,” jawabnya.

Ditemui seusai acara, Ega mengungkapkan pendapatnya tentang kedua calon Ketua Senat Fikom yang baru tersebut, “mereka berdua berani, keberanian itu susah untuk di dapetin mahasiswa umum untuk mendedikasikan dirinya menjadi Ketua Senat,” ujarnya. Ega pun menambahkan agar calon Ketua Senat yang baru lebih memikirkan kepentingan general jangan hanya internal saja. Berbeda dengan Freza, dirinya berharap agar janji yang terlontar dari kedua kandidat bisa terealisasi nantinya saat mereka menjabat dan bisa memajukan Fikom kearah yang lebih baik.

 

Reporter : Zeldjian Poetera Athallah / Fotografer : Zeldjian Poetera Athallah

Editor : Rachma Putri Utami