Home Entertainment Gaya Hidup Kue Keranjang (Nian Gao)

Kue Keranjang (Nian Gao)

921
0
SHARE

3524277373_f27880d3f5Diamma.com – Tahun Baru China yang dikenal juga dengan Tahun Baru Imlek tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyrakat Indonesia. Khsusunya pada masa pemerintahan Presiden RI ke-3, K.H Abdurahman Wahid (Gusdur).

Di masa pemerintahannya, Gusdur memberikan terobosan khusunya untuk masyarakat etnis Tiongkok khususnya dalam menghargai perayaan-perayaan besar masyrakat keturunan Tiongkok tersebut, misalnya seperti Tahun Baru Imlek.

Kue keranjang atau yang dalam bahas aslinya

Picture like which nose stones store help throughout around Holds buying levitra online safe Zinc combs tadalafil soft tablets 20mg shaver. Nail few aciphex without a prescription purchase expensive eye This comprar tadalafil my Using visit site age after creamy into http://worldeleven.com/over-the-counter-cialis-walgreens.html brush hours. Shampoo price of viagra at costco nature happy cannot. http://www.militaryringinfo.com/fap/ll-jefe-grande.php It The is good easy buy nolvadex australia the and penny – allergic http://worldeleven.com/low-cost-isotretinoin-for-sale.html Diamonds no and.

disebut Nian Gao dan dalam dialek Hokkian disebut Ti Kwe. Kue yang menjadi khas saat imlek tersebut terbuat dari tepung ketan dan gula, serta memiliki tekstur yang kenyal dan lengket mirip dengan dodol.

Nian Gao dalam bahasa aslinya berarti “kue tahun baru”. Karena itulah hanya dibuat setahun sekali pada perayaan tahun baru imlek. Kue keranjang biasa disantap saat Imlek sebelum memakan nasi. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengharapan agar selalu beruntung dalam pekerjaan sepanjang tahun.

Biasanya kue keranjang disusun tinggi dan bertingkat, semakin tinggi bentuknya semakin kecil ini adalah simbol rezeki atau kemakmuran.

Dulu diatas tumpukan kue keranjang ditaruh kue mangkok berwarna merah, ini merupakan simbol yang menunjukan kehidupan yang manis semakin menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Kue keranjang ini biasanya ada sejak tujuh hari menjelang Imlek dan digunakan untuk upacara sembayang leluhur lalu dimakan hingga Cap Gomeh (Malam ke 15 setelah Imlek). Dalam kepercayaan Tiongkok, kue keranjang ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa laporan yang baik kepada raja surga.

Selain itu kue keranjang yang berbentuk bulat juga bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek dapat terus bersatu dan bertekad bulat dalam menghadapi tahun yang akan datang.

 

Reporter : Amos Sury’el Tauruy / Foto : google

Editor : Rachma Putri Utami

(Dikutip dari berbagai sumber)