Home News Olahraga Jacksen : Indonesia Harus Mengambil Manfaat dari Tim Hebat

Jacksen : Indonesia Harus Mengambil Manfaat dari Tim Hebat

626
0
SHARE
Jacksen F Tiago saat pemimpin latihan timnas
Jacksen F Tiago saat pemimpin latihan timnas

Diamma.com – Beberapa tahun terakhir Indonesia memang banyak didatangi klub maupun Negara yang kualitasnya jauh dari Indonesia seperti Bayern Munich, Inter Milan, Borussia Dortmund, Uruguay, Belanda dan masih banyak lagi.

Dalam bulan Juli ini Indonesia akan kedatangan klub-klub hebat premier league liga yang mempunyai tim-tim besar seperti Arsenal, Liverpool, dan Chelsea. Bahkan rencanya juara dunia dan eropa Spanyol dan juga juara piala konfederasi 2013 Brazil akan datang ke Jakarta di akhir tahun ini.

Hal ini sebenarnya bisa di bilang baik, karna secara perlahan Indonesia mulai di lirik oleh negara-negara luar yang memiliki kualitas di atas Indonesia, dengan adanya kesempatan seperti ini Indonesia harusnya belajar banyak dari mereka, karna hal itu nantinya bisa membuat Indonesia lebih baik dan kembali menjadi ‘Macan Asia’.

Adanya fenomena ini menuai komentar dari Jacksen F Tiago, menurutnya ini adalah dampak dari kasus dualisme, dan Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik baiknya “kalo saya lihat ini masih bekas-bekasnya dari dualisme kompetisi sepak bola Indonesia. Dimana ada gengsi antara golongan atas, kita harus memanfaatkan moment ini dengan sangat baik, kita nikmati pengalaman seperti ini. Saya sangat yakin timnas Indonesia maupun sepak bola Indonesia akan menjadi lebih kuat lagi, ” tuturnya dengan tegas.

Menurutnya dengan kedatangan banyak klub maupun Negara hebat di dunia ke Indonesia ialah karna rakyat Indonesia begitu mencintai sepak bola dan atmosfir di Indonesia sangat luar biasa ketika ada klub hebat yang datang ke Indonesia. “indonesia kalo dalam pandangan saya, brazil aja kalah dari segi penonton terhadap sepak bola, disini mengalahkan Negara saya sendiri. coba lihat jumpa pers tim yang tidak pernah menang, (RED– di Brazil) berapa wartawan yang datang mungkin tidak lebih dari sepuluh wartawan tapi di Indonesia berapa? Itu baru wartawan belom masyarakat,” tutur pria yang akrab mengunyah sedotan.

Reporter : Mahesa Nur Syafe’I / Fotografer : Mahesa Nur Syafe’i

Editor : Erwin Tri Prasetyo