Home Kampus Jokowi Hadiri Dies Natalies ke 52 Moestopo

Jokowi Hadiri Dies Natalies ke 52 Moestopo

677
0
SHARE
Jokowi beserta jajaran Rektorat dan Yayasan
Jokowi beserta jajaran Rektorat dan Yayasan

Diamma.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri acara wisuda Sarjana dan Pascasarjana Univ.Prof Dr.Moestopo(Beragama) pada Rabu (03/04/2013). Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi ini sempat salah dalam menyebut nama Universitas Prof Dr.Moestopo menjadi Mustofa. Tetapi dengan santainya dia berkata “Ya namanya juga gubernur tidak selalu harus betul,” tuturnya.

Sosok Jokowi yang santai ini banyak menginspirasi mahasiswa dan para wisudawan. Jokowi juga mengucapkan selamat kepada sarjana dan magister semoga bekal kuliah yang didapat bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia sedikit banyak bercerita tentang kehidupannya dia dulu sebelum menjadi seorang gubernur. Dulu jokowi sehabis diwisuda berancang-ancang menjadi wirausaha, sebelum memulai usaha jokowi tidak punya modal sama sekali. Sampai akhirnya dia berfikir apabila kita tidak mempunyai modal yg cukup maka kita harus mempunyai sesuatu yang dilebihkan. Jika setiap orang pada umumnya bekerja dari pukul 07.00- 16.00 WIB, maka Jokowi bekerja giat dari subuh sampai tengah malam.

Menurut Jokowi untuk menjalankan sebuah kewirausahaan harus ada inovasi untuk menjalankan kewirausahaan, harus ada motivasi yang tinggi untuk meraih yang dicitakan dan berani mengambil keputusan. Seperti pertama kali Jokowi dilantik menjadi walikota, beliau disuruh menjadi inspektur upacara.

Di dalam orasinya jokowi juga sedikit berguyon dengan pengalamannya saat menjadi walikota “Ajudan saya lebih ganteng dari saya, jadi setiap ada tamu yang datang. Dia mengira ajudan saya adalah walikotanya”

Sebelum menutup orasinya jokowi mempunyai catatan akhir yang berisi, sifat kewirausahaan bukan hanya bisa diterapkan di dunia bisnis atau demokrasi tetapi bisa juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jokowi juga menyampaikan harapannya terhadap wisudawan dan wisudawati tidak perlu menunggu perusahaan utk dipanggil pekerjaan tetapi mampu membuat lapangan pekerjaan sendiri.

 

Reporter : Wulan Fitria / Fotografer : Sofiando Finailyawan

Editor : Erwin Tri Prasetyo