Home Sorot Moestopo Posisi Ke-2 Fotografi Terbaik Di Workshop Kemendikbud

Moestopo Posisi Ke-2 Fotografi Terbaik Di Workshop Kemendikbud

1009
0
SHARE

Diamma.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagian Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III, kembali menggelar Workshop Pendidikan. Untuk Kali ini, Workshop yang diusung mengenai Peningkatan Kompetensi Jurnalistik Mahasiswa.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Grand USSU, Cisarua-Bogor (19-20/11/12), mengikut sertakan kurang lebih 200 Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta seperti Univ. Prof. DR. Moestopo (Beragama), STIE Trisakti, Univ. Gunadarma, Univ.Kristen Indonesia, Bina sarana Informatika, Univ. Mercu Buana, dan masih banyak yang lainnya.

Peserta yang hadir di acara tersebut, ditantang oleh pihak Kopertis III untuk melakukan peliputan langsung disekitar Puncak. Dengan Suasana hujan yang rintik-rintik, tidak menyurutkan niat peserta untuk menyelesaikan tantang tersebut.

Untuk peserta yang menang karya Penulisan Feature katagori “Terbaik” pertama yaitu Andri dari Univ. Multimedia Nusantara, Terbaik kedua yaitu Airin Natalie dari STIE Trisakti. Kemudian Untuk karya Sedangkan untuk penulisan Feature kategori “Baik” terdapat enam pemenang.

Sedangkan untuk pemenang Karya Fotografi kategori “Terbaik” Pertama yaitu M. Saleh dari Univ. Mercu Buana, Terbaik kedua yaitu Erwin Tri Prasetyo dari Univ. Prof. DR .Moestopo (Beragama). Untuk karya Fotografi kategori “Baik” juga terdapat enam pemenang.

M. Saleh, pemenang karya Fotografi Kategori “Terbaik” Pertama, menceritakan hasil fotonya dibidang Ilmu Ekonomi, yang mengkisah seorang ibu bernama Anna yang bekerja sebagai Pemecah batu. Ia beralasan mengambil gambar, karena pekerjaan itu merupakan khas daerah Puncak, walaupun ada diluar kota lain, tetapi bukan di Jakarta.

“Untuk kamera, saya menggunakan SLR merek Nikon dan kesulitan saat liputan karena Cuaca, serta durasi Deadline-nya,” lanjutnya.

Lain Halnya dengan Saleh, Erwin Tri Prasetyo Pemenang karya Fotografi Kategori “Terbaik” Kedua menjelaskan, “Saya tidak menyangka bisa dapat bersaing dengan teman-teman Universitas Lain, karena mereka menggunakan fasilitas yang baik seperti kamera DSLR, sedangkan saya hanya pakai Digital Camera. Tetapi saya tetap berusaha menjaga nama baik UPDM (B), dengan melalukan sebisa saya sesuai pengetahuan saya tentang fotografi jurnalistik.”

“Untuk foto yang saya ambil, tentang Masjid Tenda yang berada di Puncak, jadi fotografer mengikuti tulisan dari reporter. Dimana dari Masjid itu banyak kehidupan yang bisa didapat tidak hanya beribadah, tetapi warga sekitar juga bisa belajar mengaji, menjadi Juru Parkir atau menjadi ojek payung ketika hujan, serta berjualan didepan Masjid,” tambahnya.

Erwin pun berharap, agar Kedepannya kampus Moestopo bisa lebih baik lagi dari segi sarana dan prasarana serta pendidikannya seperti kurikulumnya lebih baik. Seomoga semakin banyak mahasiswa Moestopo yang berprestasi setelah ini.

Untuk dibidang karya penulisan Feature,  Andri, Pemenang Karya penulisan Feature Kategori “Terbaik” Pertama, menceritakan perasaannya ketika menang.  “Saya tidak menyangka sekali bisa menang, karena awalnya saya dan teman berbicara mengenai objek liputan yang ada dipuncak. Meskipun tadinya kita berharap dapat liputan dibidang Ilmu Sosial atau Ekonomi, tetapi kita malah dapat Ilmu Hukum. Apalgai kita tidak mempunyai kompetensi apa-apa tentang hukum”.

“Judul yang kita ambil yaitu di Trotoar, Demi Keluarga Tercinta. Kenapa kita ambil judul itu, karena  kita ingin mengkaitkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan, dan tidakmemperhatikan hukum lagi,” jelasnya.

Dua Karya tulisan Feature dan fotografi kategori “Terbaik” akan mendapatkan trophy, Piagam Penghargaan, dan uang tunai, serta akan dimuat pada harian Koran Jakarta. Kemudian untuk enam karya tulisan dan fotografi kategori “Baik”, akan mendapatkan piagam penghargaan dan uang tunai.

“Untuk penilaian ini mencakup enam kriteria dimana, objek peliputannya harus orisinil, harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, karya jurnalistiknya harus berangkat dari fakta, dan untuk penulis, hasil karya itu harus mempunyai kemampuan menembus narsumber sehingga mendapatkan narasumber yang tepat,” tutur Drs. Omar Abidin Gilang, MS, salah satu Dewan Juri dalam lomba tersebut.

“Untuk tulisan Feature, harus mengandung human Interest yang dapat menggugah hati pembaca untuk memotivasi apa yang kita tulis. Dan terakhir, harus mentaati kode etik jurnalistik yang ada,” lanjutnya.

Hasil peliputan peserta itu dinilai oleh tiga dewan Juri yang terdiri dari  Dr. Ir. Maslina W. Hutasuhut, M.M dari Rektor IISIP Jakarta, Drs. Omar Abidin Gilang, MS dari Warek III IISIP Jakarta dan Drs.H.Suradi, M. Si dari Redaktur Pelaksana Koran Jakarta.

Reporter: Achmad Rafiq  /  Fotografer: Achmad Rafiq

Editor: Frieska M.