Home Kampus Alumni Angkat Bicara Mengenai Ucapan Kasar Syaifullah

Alumni Angkat Bicara Mengenai Ucapan Kasar Syaifullah

791
0
SHARE
Lampiran akun @Bangipulneeh

Diamma.com – Kasus yang menyangkut Wadek (Wakil Dekan) III Fikom Saifullah, dengan salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof.Dr. Moestopo (Beragama), terjadi di media jejaring sosial, twitter.

Wadek III yang juga merupakan dosen ini, menuangkan apa yang dirasakan lewat twitter selepas melihat komentar yang dikeluarkan mahasiswa tersebut dalam acara ILC (Indonesia lawyers club) yang ditayangkan live di salah satu televisi swasta.

Syaiful menganggap apa yang diutarakan mahasiswa tersebut bukanlah hal yang baik dan memalukan. Tak hanya itu, pria ini mengumpat dengan kata – kata tidak pantas lewat media ini. Jelas publik kampus bereaksi, berbagai tanggapan membuntuti kejadian ini.

Mungkin banyak yang tidak mengerti, namun tak sedikit masyarakat kampus UPDM(B) pengguna twitter yang mengikuti kelanjutan perkara. Ifan Dian, alumni Fikom angkatan 2003 ini mengganggap wajar perkara ini, apalagi jika memang komentar yang diutarakan oleh mahasiswa tidak sesuai dengan line pembahasan.

“Terlepas dia seorang wadek, dia cuma pengguna twitter yang ingin mengutarakan apa yang dia rasa. Walaupun mungkin pada konteksnya beliau salah menggunakan kata-kata,” ujarnya pada Diamma.com.

berbeda dengan Amanda sebagai alumni, ibu satu orang anak ini menyayangkan sikap Syaifullah. Tidak hanya itu, amanda pun menghawatirkan dampak eksternal yang ada jika statement ini tersebar luas.

“Seorang Wakil Dekan yang terpandang, telah menyudutkan posisi mahasiswanya. Apalagi dengan kata-kata yang tidak sepantasnya. Terlebih lagi citra buruk yang pastinya hinggap, bukan hanya pada pelaku dalam perkara ini, namun juga semua elemen kampus,” tutur Amanda.

Berbicara mengenai bagaimana seharusnya sikap publik, terutama masyarakat moestopo mengenai kasus ini. Ifan berpendapat bahwa, kasus ini tidak perlu di besar-besarkan. Kedua belah pihak hanya perlu bertemu dan menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Diselesaikan dengan baik-baik toh, kita sama-sama satu Universitas,” tandasnya. Tidak jauh berbeda dengan Ifan, amanda merasa penyelasaian kasus ini agar dilakukan sesegera mungkin, dan penginformasian ke publik sejelas mungkin, agar berita buruk memarin bisa segera berlalu.

Amanda menambahkan sebagai seorang alumni, ingin semua pihak membantu penyelesaian kasus ini, sehingga bukan fokus membenarkan atau menyalahkan diri tapi mencari solusi.

 

Reporter: Karlina / Foto: Diamma.com doc.

Editor: Frieska M.