Home News Dampak Kampanye Pilkada Kotori Kota Jakarta

Dampak Kampanye Pilkada Kotori Kota Jakarta

796
0
SHARE

Masa kampanye memang menjadi ajang yang paling dimanfaatkan, oleh para Cagub dan Cawagub DKI Jakarta, demi meraih simpati masyarakat sebagai calon pemilih. Namun bagaimana dengan adanya spanduk, baliho, flyer kampanye, malah mengotori keindahan fasilitas umum?

Penempelan pamflet kampanye Pilkada DKI di sembarang tempat

Diamma.com – Sejak dimulainya masa kampanye dari tanggal 24 Juni 2012, suasana di Ibu Kota menjadi ramai, pasalnya berbagai macam kegiatan diadakan berkaitan dengan kampanye tersebut.

Selain kegiatan, kampanye Cagub Cawagub DKI Jakarta kerap kali memasang spanduk, baliho, serta flyer bergambar foto para Cagub dan Cawagub. Namun adanya pemasangan atribut-atribut kampanye tersebut malah memunculkan masalah baru, karena jumlahnya yang terlalu banyak dan pemasangan yang kurang tepat dinilai mengotori kota.

Beberapa warga di kawasan Radio Dalam, Jakarta,mulai mengeluhkan tindakan para tim sukses Cagub dan Cawagub yang bersangkutan. Mereka mulai merasa tergangu dan dirugikan, sebab tidak hanya di fasilitas umum saja atribut-atribut tersebut dipasang namun ada juga yang terlihat menempel di warung-warung kecil, bahkan di rumah warga.

Pemasangan atribut kampanye tersebut juga dinilai sembarangan, pasalnya para tim sukses tidak izin terlebih dahulu kepada warga setempat. Maka tidak heran apabila banyak dari warga merasa kecewa.

Saat ditemui Diamma.com, salah satu keluhan datang dari seorang ibu rumah tangga, yang tembok rumahnya menjadi sasaran penempelan stiker kampanye. “Walaupun stiker yang ditempel enggak banyak tapi harusnya dilihat, masa rumah orang main ditempel-tempel sembarangan,” ungkap Rahmaya.

Senada dengan Rahmaya, Junin seorang pekerja bengkel mengaku tidak mengetahui kalau tempat kerjanya dipasangi spanduk salah satu Cagub dan Cawagub. “Saya juga baru lihat tadi pagi, sepertinya dipasang malam hari jadi nggak ada yang tahu,” ujar Junin.

Reporter: Maria Ulfha / Fotografer: Maria Ulfha.

Editor: Frieska M.