Home News Eloknya Jembatan Surayan Yang Membelah Sungai

Eloknya Jembatan Surayan Yang Membelah Sungai

701
0
SHARE

Jembatan Surayan

Diamma.com – Keelokan alam kalimantan dan keasrian hutannya, menjadikan pulau ini sebagai paru paru dunia. Disamping itu jika hutan hutan ditebangi secara liar, dunia akan merasakan efek semakin pesatnya global warming.

“Kalimantan ini adalah paru paru dunia, dan sangat berpengaruh sekali dengan keasrian bumi,” ungkap Sumardono salah seorang pekerja dari Jakarta, yang sedang tugas di Kab. Seruyan Kalimantan Tengah.

Selain itu yang menarik dalam pulau ini adalah pembatas antar provinsi, pembatas antar kabupaten dan pembatas antar kecamatan adalah aliran sungai.

Seperti halnya sungai Jelai sebagai pembatas antara Kalteng dengan Kalbar, Sungai Arut pembatas antara Kecamatan Pantai lunci dan Kota Waringin barat dan Sungai seruyan pembatas kecamatan Seruyan timur dan Kabupaten Seruyan. Serta masih banyak contoh lainya di kota dengan sebutan Borneo ini.

Aliran sungai merupakan salah satu faktor, mengapa di Kalimantan banyak jembatan besar seperti jembatan penyambung daerah Surabaya-Madura (Suramadu).

Di Provinsi Kabupaten Seruyan Kec. Seruyan Timur misalnya, daerah ini memiliki eksotika jembatan sepanjang kurang lebih 500 m, yang telah melengkapi kecantikan Sungai Seruyan. Selain itu jembatan ini merupakan salah satu akses penyambung, antara kecamatan Seruyan hilir dan Kabupaten seruyan.

Sebelum adanya jembatan ini, akses untuk menempuh ke Kab. Seruyan menggunakan kapal Feri. “Sebelum jembatan ini ada, jika kita ingin menyebrang ke kabupaten kita harus menggunakan kapal feri, jadi kendaraan kita di naikin ke kapal feri,” ujar Afrizal Salah satu Administrator Data Base Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Jembatan yang di resmikan oleh bapak bupati seruyan pada tahun 2010, dibangun oleh orang-orang kreatif asal Surabaya. Pada perkiraannya jembatan ini kuat hingga ratusan tahun lamanya dan dibantu oleh pengawasan dari dinas-dinas terkait di daerah Seruyan.

Reporter: Fariz A. Sudrajat / Fotografer: Fariz A. Sudrajat.

Editor: Frieska M.