Home Entertainment Musik Detoks Digital Ala Petra Sihombing

Detoks Digital Ala Petra Sihombing

27
0
SHARE

Diamma.com- Media sosial merupakan sebuah platform yang dimanfaatkan sebagai wadah untuk berinterasi secara sosial. Namun sayangnya, kebanyakan orang menyalah gunakan media sosial untuk memberikan pendapat-pendapat negatif.

Dengan kejadian tersebut menjadi sebuah ide untuk, musisi Indonesia Petra Sihombing, dalam mengeluarkan lagu barunya yang berjudul ‘Biji’ pada Oktober lalu. Petra mengaku pernah mendapatkan pendapat negatif dari pengikutnya.

“Kadang sesimpel kaya ‘lebih asik dulu’ atau ‘kerenan dulu’, atau ‘ah mendingan si ini dibanding si itu’, tapi ngomongnya di profile orangnya. Gua sih santai sebenarnya, cuma kalau udah nanya-nanya hal ga jelas tentang keluarga atau kehidupan personal  yang memang tidak lo share , bahkan jadi kaya menyalahkan di saat lo ga ngeshare hal yang personal, ngapain sih,” terang Petra.

Cara jitu yang dilakukan Petra untuk menanggapi pendapat-pendapat negatif tersebut dengan memblokir akun tersebut. Menurutnya, kepercayaan diri seharusnya didapat dari dalam diri sendiri.

“Dulu waktu gua masih kurus gua confindent banget, terus gua makin gendut kan, terus di instagram ‘ih sekarang gendutan’ awalnya gua sedih, lama-lama gua block-blockin aja yang ngatain gua gendut, dan gua sekarang happy. Karena confident tuh harusnya dari dalam bukan dari luar dan gua belajar banget dari instagram,” tutur Petra.

Lewat channel YouTube Menjadi Manusia, Petra juga memberikan tips untuk menghadapi toxic media sosial yang sering merugikan diri sendiri. Menyaring segala sesuatu yang sesuai dengan pilihan.

Filtering sih, apapun menurut gua harus difilter dengan apa yang lo tau baik, ini life long proses, bukan hal yang segampang itu. Ini harus gua makan atau ga, kalau gua makan makan apanya, buahnya atau sebiji-bijinya,” ungkap Petra.

Menurutnya toxic di media sosial bukanlah masalah yang disebabkan oleh medianya, namun bermasalah pada akun yang diikutinya.

“(Instagram) Engga (toxic), lo yang toxic. Maksudnya orangnya yang toxic, bukan instagramnya. Instagram cuma platform. Tapi menurut gua judgenya jangan ke platformnya tapi ke orang-orang yang lo follow yang toxic, tapi ada kok orang di instagram yang ga toxic, bagaimana lo milihnya sih,” lanjut Petra.

Penulis: Siti Nurmayani Putri
Editor: Octavia Dwi Lestari