Home Kampus Lembaga Agrawitaka, Wadah Bagi Mahasiswa Pecinta Alam UPDM (B)

Agrawitaka, Wadah Bagi Mahasiswa Pecinta Alam UPDM (B)

56
0
SHARE
Keseluruhan Pengurus UKM AGRAWITAKA Periode 2019/2020 melangsungkan foto bersama usai dilantik. Foto: Diamma.com/Octavia Dwi Lestari

Diamma.com- Unit Kegiatan Mahasiswa Agrawitaka adalah perhimpunan pendaki gunung penempuh rimba yang berdiri pada 22 Agustus 1986.

Agrawitaka merupakan peleburan dari organisasi pecinta alam empat fakultas di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yaitu Pecinta Alam FKG (Fakultas Kedokteran Gigi), MAPETA (Fakultas Ekonomi), MAHATALA (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan KHAPAL (Fakulas Ilmu Komunikasi).

Agrawitaka berasal dari Bahasa Sansekerta “Agra Wiana Citta Loka” yang mempunyai arti secara harfiah, puncak nafas jiwa alam dan mengandung makna pengabdian tanpa batas, kesadaran diri tentang ciptaan-Nya, guna kepentingan serta dharma bakti atas rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tanah Air Indonesia.

Sejarah berdirinya Agrawitaka dimulai sejak pertemuan seluruh Pencinta Alam Jakarta di Pasir Rengit Bogor tahun 1982, di mana Moestopo diwakili oleh empat Pencinta Alamnya (PA). Kebingungan pihak rektor untuk mengirimkan wakil PA ke pertemuan-pertemuan PA seluruh Indonesia (Gladi Medan) atau se-Jakarta.

Pengakuan dari Fakultas Ekonomi (Mapeta) sebagai PA universitas, maka dilakukan penelitian dan pencarian bukti yang mendukung. Didapat bukti berupa foto peresmian Mapeta sebagai PA Fakultas Ekonomi. Disepakati oleh para sesepuh PA di fakultas untuk membuat kegiatan bersama dengan pendakian Gunung Gede dan Gunung Rinjani.

Setelah adanya kesamaan kemudian dipersiapkan Jambore I tingkat universitas di Gunung Bunder dengan peserta seluruh anggota PA masing-masing fakultas. Kemudian dibentuk panitia kecil pendirian pencinta alam tingkat universitas untuk bekerja menyusun dan mempersiapkan PA tingkat universitas dengan segala kelengkapannya.

Untuk mempererat hubungan dilakukan latihan bersama berupa jogging di Senayan sebagai persiapan untuk pemanjatan Gunung Parang bersama dengan Universitas Atma Jaya dan Skyger. Lalu, melakukan Search and Rescue (SAR) Gunung Salak bersama atas hilangnya anak STM yang mendaki gunung tersebut (tim bergabung di Cidahu).

Penanggung jawab pertama kali UKM Agrawitaka adalah Kurnia Bhakti yang menjabat mulai tahun 1986 hingga 1988. Sampai pada saat ini, Fauzan Umar menjabat sebagai ketua dan memiliki anggota kurang lebih 218 orang.

Program kerja selama satu periode lebih kepada pematangan divisi, di mana akan dijalankan ekspedisi caving berlokasi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Agrawitaka pun mempunyai kegiatan di luar universitas yang diikuti dari Januari 2019 hingga akhir Desember 2019, kegiatan tersebut meliputi Hikespi, Jambore Panjat Tebing Nasional, dan Latihan Gabungan Caving.

Penulis: David Sihombing
Editor: Octavia Dwi Lestari