Home Entertainment Film Akting Totalitas, Iqbaal Ramadhan Ditampar Hanung Bramantyo

Akting Totalitas, Iqbaal Ramadhan Ditampar Hanung Bramantyo

52
0
SHARE
Iqbaal Ramadhan dan Mawar dalam peluncuran poster film ‘Bumi Manusia’. Foto: tabloidbintang.com

Diamma.com – Aktor muda Indonesia, Iqbaal Diakhfari Ramadhan atau kerap disapa Ale, saat ini tengah membintangi film yang diadaptasi dari buku karangan Praoedya Ananta Toer dengan judul ‘Bumi Manusia’.

Film yang akan tayang pada 15 September 2019 mendatang dan menjadi film yang sangat dinantikan oleh para penggemar buku ‘Bumi Manusia’.

Dilansir dari liputan6.com, demi menjalankan peran dengan maksimal, Iqbaal melakukan berbagai cara untuk dapat mendalami perannya sebagai tokoh Minke dalam film ‘Bumi Manusia’. Ia mengaku dirinya tidak bisa merasakan kepedihan Minke.

Maka dari itu, Iqbaal meminta perlakuan khusus dari sang sutradara yakni Hanung Bramantyo, agar mendapatkan rasa sakit dan sedih sang tokoh.

“Awalnya dipukul sama handuk, digoyang-goyang. Tapi abis take pertama saya merasa masih kurang puas. Saya bilang mas Hanung, minta dipukul lagi. Akhirnya saya dipukul, saya berusaha memancing dengan bilang terus, pukul lagi mas. Sampai akhirnya ditampar. Abis itu langsung ke set, shooting, take dan ok. Rasanya nggak bisa diulang,” ujar pemeran Minke tersebut.

Di samping itu, Iqbaal menuturkan bahwa ia juga mencoba cara lain untuk dapat memerankan tokoh Minke dengan apik.

“Pokoknya menyiksa diri sendiri. Sampai akhirnya dibilang sudah selesai syuting. Saya lepas Minke dari diri saya, sudah makan lagi, istirahat, dan ngobrol dengan orang-orang di lokasi,” kenang Iqbaal Ramadhan.

Setelah sebelumnya sukses bermain peran dalam film ‘Dilan’, membuat para penikmat film menunggu kebolehan Iqbaal dalam ‘Bumi Manusia’.

Hanung juga memberi nasihat kepada Iqbaal agar tidak terbuai dengan karirnya yang saat ini sedang di puncak.

“Saya selalu telepon Iqbaal, saya bilang, ‘Baal, ingat ya, hati-hati. Musuh utama manusia itu bukan kegagalan. Musuh utama manusia itu sukses,’ Itu musuh utama. Karena dengan kesuksesan, kita bisa berhenti di situ. Tapi dengan kegagalan, kita selalu seperti diingatkan. Jadi, ya lebih mendekatkan diri kepada kebijaksanaan,” tutur Hanung.

Penulis: Faradilla Rachman
Editor: Gadis Ayu Maharani