Home Entertainment Gaya Hidup 4 Risiko Jika Terlalu Sering Makan Mie Instan!

4 Risiko Jika Terlalu Sering Makan Mie Instan!

172
0
SHARE
Bahaya terlalu sering makan mie instan bagi kesehatan. Foto: google.com

Diamma.com – Mie instan, merupakan makanan yang jadi favorit bagi kebanyakan orang. Selain pas untuk dimakan kapan pun, harganya yang murah dan nikmat, membuat mie instan jadi makanan yang digemari oleh para anak kos dan saat tanggal tua. Mie instan akan jadi menu andalan untuk berhemat sampai waktu gajian tiba.

Namun, terlalu sering mengonsumsi mie instan juga tidak baik untuk kesehatan. Karena, mie instan mengandung banyak bahan kimia dan pengawet, yang akan menyebabkan gangguan pada kesehatan tubuh.

Berikut ini adalah beberapa risiko yang disebabkan karena terlalu sering mengonsumsi mie instan:

1. Risiko kanker

Terlalu sering mengonsumsi mie instan dapat memicu sel kanker menjadi aktif. Hal itu terjadi karena mie instan merupakan makanan yang dapat digunakan lebih lama (dapat disimpan berbulan-bulan) karena mengandung TBHQ dan BHA. Yang mana kedua bahan kimia tersebut sebenarnya mengandung karsinogenik. Ini berarti bahwa mereka dapat menyebabkan kanker, dan bahkan dapat menyebabkan asma, kecemasan dan diare jika dikonsumsi terlalu sering.

2. Risiko keguguran bagi Ibu hamil

Mie instan dapat membahayakan kandungan bagi para ibu hamil, jika terlalu sering mengonsumsinya. Bahkan bisa menyebabkan keguguran. Hal ini karena adanya kandungan bumbu dan pengawet pada mie instan yang dapat memengaruhi perkembangan janin.

3. Obesitas

Mie instan jadi salah satu penyebab utama obesitas, karena makan mie instan hanya akan memberikan efek kenyang yang bersifat sementara saja. Kurangi bahkan perlahan hindari makan mie instan, karena mengandung sejumlah besar lemak, kalori, natrium dan karbohidrat.

4. Rusaknya jaringan otak

Zat-zat kimia berbahaya akan menumpuk di dalam tubuh, jika terlalu sering mengonsumsi mie instan. Akibatnya, dapat merusak sel-sel jaringan otak. Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan.

Penulis: Anindita Safira
Editor: Gadis Ayu Maharani