Home News Internasional Jatuhnya Pasokan Minyak Venezuela

Jatuhnya Pasokan Minyak Venezuela

66
0
SHARE
Produksi minyak Venezuela yang merosot ke level terendah pada akhir bulan lalu. Foto: oilprice.com.

Diamma.com Produksi minyak Venezuela merosot ke level terendah akhir bulan lalu karena sanksi dan pemadaman A.S. Negara itu mengatakan kepada OPEC, akan memperdalam dampak pembatasan produksi global dan semakin memperketat pasokan.

Pemotongan pasokan oleh OPEC dan mitra-mitranya yang dipimpin oleh Rusia, ditambah pengurangan yang tidak disengaja di Venezuela dan Iran, telah membantu mendorong kenaikan 32 persen harga minyak mentah tahun ini, mendorong tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar kelompok itu untuk memudahkan upaya dukungan pasarnya.

Mengutip dari Reuters.com, dalam sebuah laporan bulanan yang dirilis pada hari Rabu(10/04), Organisasi Negara Pengekspor Minyak mengatakan Venezuela bahwa mereka memompa 960.000 barel per hari (bph) pada bulan Maret, penurunan hampir 500.000 bph dari Februari.

Angka tersebut dapat menambah perdebatan dalam apa yang disebut kelompok produsen OPEC dan tentang apakah akan mempertahankan pengurangan pasokan minyak setelah Juni. Seorang pejabat Rusia mengindikasikan pekan ini bahwa Moskow ingin memompa lebih banyak, meskipun OPEC mengatakan pembatasan harus tetap dilakukan.

OPEC, Rusia dan produsen non-anggota lainnya mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dari 1 Januari selama enam bulan. Para produsen akan bertemu pada 25-26 Juni untuk memutuskan apakah akan memperpanjang perjanjian.

Salah satu pejabat penting Rusia untuk membina dengan OPEC, Kirill Dmitriev, memberi isyarat pada Senin bahwa Rusia ingin meningkatkan produksi ketika bertemu OPEC pada Juni karena memperbaiki kondisi pasar dan jatuhnya stok.

OPEC kembali ke pengurangan pasokan pada 2019 karena kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi yang melambat dan permintaan akan menyebabkan kelebihan pasokan baru. Laporan OPEC menurunkan estimasi pertumbuhan global dalam permintaan sebesar 30.000 barel per hari menjadi 1,21 juta barel per hari, mengutip perlambatan di negara maju.

Dalam perkembangan yang akan meredakan kekhawatiran OPEC tentang kelebihan pasokan baru, laporan itu juga mengatakan persediaan minyak di negara maju turun pada Februari, setelah naik pada Januari.

Penulis: Qhoridatul Khanifah
Editor: Octavia Dwi Lestari