Home News Internasional Fakta Lubang Hitam yang Baru Saja Dirilis Tim Astrofisika

Fakta Lubang Hitam yang Baru Saja Dirilis Tim Astrofisika

69
0
SHARE
Foto Lubang hitam yang baru dirilis pertama kalinya oleh Astrofisika pada Rabu(10/04). Foto: cnet.com

Diamma.com- Foto lubang hitam pertama kalinya menggunakan jaringan teleskop global ditemukan oleh tim astrofisika pada Rabu (10/4).

Berikut fakta tentang penemuan lubang hitam tersebut oleh tim astrofisika.

Lubang hitam ini berada sekitar 54 juta tahun cahaya dari Bumi. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, 9,5 triliun mil (9,5 triliun km).

Lubang hitam, entitas surgawi yang sangat padat, sangat sulit untuk diamati meskipun memiliki massa yang besar. Cakrawala peristiwa lubang hitam adalah titik tidak bisa balik yang melampaui apa pun seperti bintang, planet, gas, debu, dan semua bentuk radiasi elektromagnetik akan dilupakan.

“Ini adalah hari yang luar biasa dalam astrofisika,” ujar Direktur Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional AS, Córdova.

“Kami melihat yang tidak bisa dilihat,” tambahnya.

Fakta bahwa lubang hitam tidak memungkinkan cahaya untuk lolos membuat sulit melihatnya. Para ilmuwan mencari cincin materi yang terganggu cahaya dan radiasi yang berputar dengan kecepatan luar biasa di tepi cakrawala peristiwa di sekitar wilayah kegelapan yang mewakili lubang hitam yang sebenarnya. Ini dikenal sebagai bayangan atau siluet lubang hitam.

Ahli astrofisika Dimitrios Psaltis dari University of Arizona, ilmuwan proyek EHT, mengatakan bentuk lubang hitam sesuai dengan teori relativitas Einstein.

“Ukuran dan bentuk bayangan cocok dengan prediksi yang tepat dari teori relativitas umum Einstein, meningkatkan kepercayaan diri kita pada teori berusia seabad ini,” ujarnya.

“Pencitraan lubang hitam hanyalah awal dari upaya kami untuk mengembangkan alat baru yang akan memungkinkan kami untuk menafsirkan data yang sangat kompleks yang diberikan alam kepada kita,” tambah Psaltis.

Para peneliti proyek memperoleh data pertama pada April 2017 menggunakan teleskop di negara bagian Arizona dan Hawaii AS serta di Meksiko, Chili, Spanyol dan Antartika. Sejak itu, teleskop di Prancis dan Greenland telah ditambahkan ke jaringan global. Jaringan global teleskop pada dasarnya telah menciptakan piringan pengamatan seukuran planet.

Penulis: Qhoridatul Khanifah
Editor: Octavia Dwi lestari