Home News Internasional Iklan ‘Rasis’ Jerman Picu Kemarahan Wanita Asia Timur

Iklan ‘Rasis’ Jerman Picu Kemarahan Wanita Asia Timur

299
0
SHARE
Iklan ‘rasis’ perusahaan Honbarch, Jerman. Foto: Youtube.com/HORNBACH

Diamma.com – Sebuah iklan dari salah satu perusahaan perkakas asal Jerman, Hornbach, menyulut kemarahan wanita Asia Timur. Pasalnya iklan tersebut dianggap rasis dan menyinggung perasaan wanita-wanita Asia.

Dalam tayangan iklan tersebut menampilkan, ada sekelompok pria kulit putih yang sedang berkebun dan berkeringat di hari yang cerah. Lalu mereka membuka semua pakaian yang mereka kenakan, dan memasukannya ke dalam kotak yang telah disediakan oleh ilmuwan.

Kemudian, dakaian dalam itu ternyata dikemas ke dalam plastik untuk dijual. Iklan kemudian dipotong menjadi kota industri kelabu yang menyerupai Tokyo. Lalu, terlihat seorang wanita asia membeli sekantong pakaian kotor dari sebuah vending machine,lalu membukanya dan menghirupnya dengan senang dan terlihat sangat puas. Iklan berakhir dengan slogan yang mengatakan,”Itulah bau musim semi”.

Dilansir dari SouthChinaMorningPost, muncullah sebuah petisi online yang dibuat oleh Sung Un Gang, wanita asal Korea Selatan, dengan bertujuan untuk menuntut Hornbach melakukan permintaan maaf kepada publik dan menghapus iklan tersebut.

Sampai saat ini, Jumat (29/3) pagi, petisi tersebut telah mendapatkan lebih dari 4.000 tanda tangan persetujuan.

Beberapa wanita asia menyampaikan pendapatnya mengenai iklan tersebut. Salah satunya ialah wanita asal jepang yang ikut mengutarakan pendapatnya melalui akun twitter miliknya.

“Iklan ini benar-benar menjijikkan, menghina dan merendahkan. Sebagai seorang wanita Jepang saya menuntut penarikan kampanye ini serta permintaan maaf yang tulus kepada komunitas Asia. Tindakan seksisme dan rasisme seperti ini seharusnya tidak dan tidak akan ditoleransi”, tulisnya dari akun @minoge_1022.

Hornbach membantah tuduhan tersebut. Mereka mengatakan iklan itu tidak rasis, hanya ingin menunjukkan menurunnya kualitas hidup di kota. Kota dalam iklan juga tidak menggambarkan Asia, melainkan hanya fiksi.

Penulis: Anzila Riskia Putri
Editor: Gadis Ayu Maharani