Home Cetak WARTA: Faktor Usia, Penyebab Soepartien Moestopo Meninggal Dunia

WARTA: Faktor Usia, Penyebab Soepartien Moestopo Meninggal Dunia

455
0
SHARE
R.A Soepartien Moestopo meninggal dunia pada Sabtu (08/12) pukul 16.46 WIB dan dikebumikan di
Makam Besuk Patianrowo, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Foto: Diamma.com/Siti Nurmayani Putri dan Diamma.com/ Octavia Dwi Lestari

Istri Prof. Dr. Moestopo, R.A Soepartien Moestopo meninggal dunia pada usia 97 tahun pada Sabtu (08/12) pukul 16.46 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

Diamma.com– Kabar duka menyelimuti civitas akademika UPDM (B). Setelah dirawat selama dua bulan, sejak 5 Oktober lalu, Soepartien Moestopo menghembuskan napas terakhirnya.

Usia menjadi faktor utama penyebab Soepartien harus mendapatkan perawatan lebih. Setelah dua kali pindah ruangan, kondisi Soepartien semakin menurun. Hal ini diungkapkan langsung oleh keponakan Soepartien, Endang Widiastuti.

“Awal masih bisa interaksi, ke sininya mulai drop, sudah mulai kuning kulitnya, tidak bisa interaksi, tensi naik turun, detak jantung tidak stabil,” ujarnya.

Usai tiba di rumah duka, Kampus I Hanglekir UPDM (B), Jenazah Soepartien dipindahkan menuju Masjid Al-Bani Moestopo guna proses penyalatan jenazah yang dilakukan oleh pelayat, di antaranya warga sekitar, mahasiswa, pegawai, serta dosen.

Pada Minggu (09/12) pukul 02.30 WIB diadakan upacara pemberangkatan jenazah di rumah duka. Kemudian, tepat pukul 03.00 WIB jenazah diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta menuju Surabaya.

Sesuai pesan sebelum meninggal, Soepartien ingin dikebumikan dekat makam orang tuanya di Makam Besuk Patianrowo, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Jenazah dikebumikan pada pukul 14.00 WIB. Budi Harsono selaku Perwakilan Yayasan UPDM (B) mengungkapkan pemakaman istri pahlawan nasional ini tidak dilaksanakan secara militer.

“Karena Bu Moes biasa, prosesi upacara hanya dihadiri oleh para anggota TNI dari Kodim Kediri, Kodim Nganjuk, dan warga sekitar,” ungkapnya.

Soepartien meninggalkan satu orang anak dan sebuah rumah yang berada di tengah-tengah kampus. Ia berpesan untuk tidak membongkar rumah tersebut selagi anaknya masih tinggal di sana.

“Sesuai wasiat Bu Moestopo, rumah di sini tidak akan dibongkar, selama ditinggali Pak Soeseko (red-anak ke-6). Selain itu, siapapun rektor yang menjabat, punya kewajiban untuk merawat Pak Soeseko,” jelas Budi.

Soepartien Moestopo lahir pada 22 September 1922 di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Beliau turut membantu Prof. Dr. Moestopo mendirikan UPDM (B) pada tahun 1962.

Reporter: Siti Nurmayani Putri

Versi cetak artikel ini terbit di WARTA Diamma edisi #63 Desember 2018, dengan judul “Faktor Usia, Penyebab Soepartien Moestopo Meninggal Dunia