Home Sorot Etika Berinteraksi dengan Teman Tuli

Etika Berinteraksi dengan Teman Tuli

35
0
SHARE
Penggunaan bahasa isyarat sebagai salah satu alat komunikasi teman tuli. Foto: grid, ID

Diamma.com- Penggunaan cara komunikasi merupakan salah satu perbedaan yang dimiliki penderita keterbatasan pendengaran. Teman tuli memiliki beberapa pilihan cara komunikasi, diantaranya bahasa isyarat dan verbal lip-reading.

Untuk berinteraksi dengan teman tuli, teman dengar harus memperhatikan beberapa cara supaya komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Berikut etika saat berinteraksi dengan teman tuli:

  1. Perhatikan kenyamanan

Ketika berbicara dengan teman tuli, perhatikan apakah ia lebih nyaman menggunakan bahasa isyarat, gerak tubuh, tulisan, atau gerakan lisan. Jika mengalami kesulitan, beritahukan padanya.

  1. Lambaikan tangan untuk menarik perhatian

Sebelum berkomunikasi, pastikan ia memperhatikan. Jika tidak, lambaikan tangan atau tepuk bahunya untuk menarik perhatiannya.

  1. Perhatikan lawan bicara

Tetap perhatikan teman tuli walaupun menggunakan bantuan penerjemah. Tanyakan kepadanya secara langsung, tidak kepada penerjemah.

  1. Bicara dengan jelas

Bicaralah dengan jelas supaya lawan bicara dapat membaca gerak bibir. Jangan makan permen karet, merokok, atau menutup mulut dengan tangan ketika sedang berbicara.

  1. Jangan berteriak

Jika teman tuli menggunakan alat bantu dengar, jangan pernah berteriak ketika berbicara dengannya.

  1. Ulangi kalimat

Ulangi kalimat dengan ungkapan yang berbeda, dibanding mengulang kalimat yang sama ketika tidak dimengerti.

  1. Berkomunikasi di ruang yang pencahayaan yang cukup terang

Jangan berbicara dalam posisi membelakangi sumber pencahayaan yang sangat kuat. Supaya teman tuli dapat melihat gerak mulut, atau bahasa isyarat dengan jelas

Penulis: Siti Nurmayani Putri
Editor: Siti Nurmayani Putri
(Dilansir dari beberapa sumber)