Home Sorot Komikus Imigran Hadir di Industri Komik Amerika

Komikus Imigran Hadir di Industri Komik Amerika

41
0
SHARE
Thi Bui, pengungsi asal Vietnam menampilkan komik “The Best We Could Do” di pameran Comic Con San Diego. Foto: voaindonesia.com

Diamma.com- Industri komik Amerika Serikat kini semakin beragam dengan kehadiran seniman dari berbagai latar belakang. Di balik dominasi seniman kulit putih, para seniman imigran memiliki kesempatan untuk menuangkan kreativitasnya dan ditampilkan pada pameran Comic Con San Diego, California, Amerika Serikat.

Pengungsi asal Vietnam, Thi Bui berhasil meluncurkan komiknya yang berjudul “The Best We Could Do”.  Thi Bui mengungkapkan bahwa komik ini berdasarkan perjalanan hidupnya saat menjadi pengungsi di Amerika Serikat.

“Ini kisah hidup saya di era perang Vietnam dan saat terjadi pergolakan di Asia. Ini membuat saya dan keluarga terpaksa mengungsi secara ilegal dengan naik perahu hingga ke Malaysia di mana adik saya dilahirkan. Akhirnya kami menetap di Amerika Serikat,” ungkapnya.

Melalui karyanya, ia ingin mewakili suara para pengungsi yang masih memerlukan bantuan. Pada komik berikutnya, Thi ingin kembali menyuarakan dampak deportasi di Amerika pada keluarga keturunan Asia-Amerika dan Pasifik.

“Para pengungsi adalah orang-orang tak berdaya dan memerlukan bantuan serta dukungan. Sangat penting bagi para pengungsi untuk saling mengingtakan. Awalnya tidak semua orang menginginkan kehadiran kami. Ini adalah tugas kami untuk membela dan membantu pengungsi,” tambahnya.

Kisah lainnya dirasakan Allen Ling, pengungsi keturunan Tiongkok. Saat ditemui, Ia tengah mempromosikan komik fiksi berjudul “Genesis II”. Ia mengatakan dominasi seniman kulit putih tidak menjadi halangan seniman dari ras lain untuk berkarya.

“Tidak masalah apa ras-mu, selama hasil karyamu bagus. Tidak ada yang peduli parasmu seperti apa, mereka hanya peduli dengan komikmu,” ujarnya.

Allen berharap komikus internasional dapat lebih mudah diterima di berbagai negara karena hasil karyanya yang bagus.

“Keragaman sangat penting, tetapi yang tak kalah penting adalah orang-orang yang menghasilkan karya yang bagus. Apakah mereka diakui atas karya mereka dan bukan dari ras-nya,” pesannya.

Penulis: Faradina Fauztika
Editor: Siti Nurmayani Putri
(Dilansir dari beberapa sumber)