Home News Internasional 5 Fakta Tentang Ring of Fire

5 Fakta Tentang Ring of Fire

157
0
SHARE
Peta Ring Of Fire. Foto : www.qoura.com.

Diamma.com- Api Pasifik atau yang dalam bahasa Inggris Ring of Fire adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Berikut adalah delapan fakta mengenai Ring Of Fire.

  1. Ring Of Fire tersebar mencapai 40.000 km.

Bukan hanya negara kita saja yang masuk di dalam area Ring of Fire. Amerika, Rusia, Chile, Jepang dan Selandia Baru juga termasuk dalam area Ring of Fire dan area ini berbentuk seperti tapal kuda.

  1. 452 gunung berapi aktif maupun pasif masuk kedalam lingkaran Ring Of Fire.

Terletak dalam jalur ring of fire, Indonesia memiliki jumlah gunung berapi paling banyak di dunia. Di Indonesia tercatat memiliki 130  gunung berapi yang merupakan  10% dari jumlah keseluruhan dunia. Dari 130 gunung berapi tersebut, 17 di antaranya masih aktif.

  1. 90 persen laporan gempa bumi datang dari area-area Ring of Fire

Salah satu gempa bumi paling kuat yang pernah tercatat ada di Jepang, tepatnya di pantai Tohoku. Tercatat gempa bumi yang tercatat di sana mencapai kekuatan 9,1 magnitude. Sekitar 15 ribu orang meninggal dan ribuan orang terluka.

  1. Pelat pasifik adalah pelat tektonik terbesar yang ada di dunia

Pelat ini berada di sebelah timur Pulau Papua dan memiliki luas sebesar 103 juta kilometer persegi. Pelat ini masih masuk dalam kawasan Ring of Fire.

  1. Gunung Berapi yang ada di Ring Of Fire tak hanya berada diatas permukaan namun banyak yang berada dibawah permukaan laut.

Seperti Gunung West Mata adalah gunung berapi aktif dalam air paling dalam. Tercatat gunung berapi tersebut berada di kedalaman 1.100 meter di bawah air.

Penulis: M. Taufiq Wicaksono
Editor: Siti Nurmayani Putri
(Dilansir dari beberapa sumber)