Home News Internasional Tersangka Penyekapan Model Chloe Ayling Dijerat 16 Tahun Penjara

Tersangka Penyekapan Model Chloe Ayling Dijerat 16 Tahun Penjara

36
0
SHARE
Chloe Ayling, model yang berasal dari Coulsdon, London Selatan. Foto: standard.co.uk

Diamma.com- Lukasz Herba menyekap Chloe Ayling selama enam hari di sebuah rumah pedesaan dekat Turin di wilayah Piedmont.

Pihak kepolisian setempat berhasil mengamankan Herba setelah dirinya menyerahkan korban ke konsulat Inggris. Setelah dilepaskan dari penyekapan itu, Ayling menyebutkan dirinya diculik ketika ia tiba di sebuah properti untuk melakukan kegiatan pemotretan.

Seorang perwira sebagai saksi memberikan bukti saat persidangan dengan menggambarkan penderitaan korban kekerasan fisik termasuk dibius, diborgol, dan secara brutal diangkut di dalam sebuah koper.

Herba yang dijatuhi hukuman 16 tahun penjara sempat mencoba memeras Phil Green, agensi model korban, dengan mengancam akan melelang Ayling gadis kelahiran 1997 ini di Internet jika tidak dikirimkan uang sebesar £ 230.000.

Herba mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada korban.

“Saya tidak pernah menyakiti gadis itu. Saya tidak melakukan kekerasan kepadanya,” kata pria berumur 30 tahun ini.

“Jika dia merasa dipaksa secara lisan dengan cara apa pun, saya sangat menyesal. Tapi saya yakin tidak seperti apa yang digambarkan oleh Aylin,” sesal Harber

“Saya benar-benar mencintainya, saya hanya berharap ketika karirnya surut dia akan membalas perasaan yang sama kepada saya,” lanjutnya.

Alat bukti berupa reka ulang di properti dimana Aylin diculik hingga ditempat penyekapan yang dihadiri oleh korban. Ayling, model yang berasal dari Coulsdon, London Selatan, selalu menegaskan dia telah mengatakan kebenaran tentang dugaan penyekapa nya.

Ia mengatakan kepada polisi tidak pernah mencoba melarikan diri karena ia takut dan percaya terhadap ancaman yang di berikan Herba bahwa tersangka adalah bagian dari geng kriminal besar dan akan mengawasi korban terus-menerus.

Dalam argumen penutupnya, Jaksa Paolo Storari mengatakan bahwa korban telah dibius dengan ketamine, kemudian dimasukkan ke dalam sebuah koper dan dibawa ke rumah pertanian di mana ia diborgol pada malam pertamanya.

Penulis: Deske Desiana Tapada
Editor: Siti Nurmayani Putri
(Dilansir dari beberapa sumber)