Home Entertainment Film ‘Lima’ Film yang Mengandung Unsur-Unsur Pancasila

‘Lima’ Film yang Mengandung Unsur-Unsur Pancasila

142
0
SHARE
Ideologi Pancasila dalam film Lima. Foto: Posfilm.com

Diamma.com- Variasi beberapa film yang tayang di Indonesia membuat dunia perfilman tanah air semakin berkembang. Nah, bagi para penggemar film bertema nasionalisme, akan segera hadir film yang bertema Pancasila.

Film ini mengangkat sebuah cerita tentang ideologi bangsa yaitu Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sederet artis ternama yang memerankan seperti: Prisia Nasution, Yoga Pratama, Baskara Mahendra, Tri Yudiman, Ken Zuraida, Dewi Pakis, Aji Santosa dan Ella Hamid.

Film yang di produseri oleh Lola Amaria ini menceritakan tentang Fara, Aryo, dan AdiĀ  yang baru saja kehilangan ibunya bernama Maryam.

Tak hanya ketiga anaknya, Ijah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga pun ikut merasa kehilangan. Pemakaman Maryam justru memicu perdebatan di antara ketiga anaknya.

Maryam merupakan seorang muslim, sementara itu dari ketiga anaknya yang muslim hanyalah Fara. Akhirnya segala sesuatu terselesaikan dengan damai.

Selepas itu masalah kembali datang kepada anak-anak maryam, Adi yang sering mendapat bully-an harus menyaksikan peristiwa tidak berperikemanusiaan. Sementara itu Fara yang bekerja sebagai pelatih renang sedang menghadapi masalah.

Ia harus menentukan atlet yang di kirim ke pelatnas dengan tidak memasukkan unsur ras ke dalam penilaian. Padahal para muridnya tak pernah mempermasalahkan warna kulit mereka.

Lalu Aryo sebagai anak kedua sekaligus lelaki tertua di keluarganya, harus menjadi pemimpin ketika membahas persoalan warisan yang di tinggalkan oleh Maryam.

Sementara Ijah terpaksa pulang kampung untuk menyelamatkan keluarganya sendiri dan menuntut keadilan untuk orang kecil seperti dia.

Pada akhirnya keluarga ini hanya butuh lima hal paling mendasar yaitu: tuhan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan.

Lantas seperti apa kisah filmnya? Saksikan Film Lima di bioskop tanah air mulai 31 Mei 2018.

Penulis: Suryo Hardiantoro
Editor: Siti Nurmayani Putri
(Dilansir dari beberapa sumber)