Home News Internasional Lepas Cadar Dihadapan Publik, Menteri Arab Saudi Dikecam Netizen

Lepas Cadar Dihadapan Publik, Menteri Arab Saudi Dikecam Netizen

116
0
SHARE
Menteri Arab Saudi Dr. Haya Al-Awad sedang berpidato. Foto: New Age Islam

Diamma.com- Seorang menteri wanita Arab Saudi melepas cadar yang menutupi wajahnya di depan umum. Hal tersebut memicu kemarahan dan menuai kritikan keras dari masyarakat.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/4/2018), Dr Haya Al Awad, yang merupakan Wakil Menteri Pendidikan Anak Perempuan Arab Saudi, melepaskan cadarnya saat  tampil di Pameran & Forum Internasional untuk Pendidikan di Ibu Kota Saudi Riyadh.

Keputusan Dr Haya Al Awad tampil demikian di depan publik ternyata memicu kontroversi di media sosial. Beberapa kritikus mengatakan bahwa Haya tak mengikuti agama dan tradisi Arab Saudi.

Namun, sebagian kalangan, termasuk para pemuka agama, tak sedikit yang mendukung, memuji, dan membela keputusan Haya dan menegaskan perempuan itu tidak melakukan kesalahan.

Salah satunya adalah seorang ulama bernama Sulaiman Al Tareefi, yang mengatakan dia tidak melanggar peraturan apa pun dan hanya menggunakan haknya untuk tampil tanpa cadar.

“Dr Haya Al Awad hidup sesuai dengan keyakinannya dalam kerangka hukum yurisprudensi pluralisme,” kata Sulaiman Al Tareefi.

Pujian juga datang dari Saud Al Musaibeeh, seorang konsultan media dan pendidikan. Ia memuji Haya Al Awad yang memilih fatwa ulama yang mengizinkan perempuan tak menutup wajahnya.

“Dia memilih untuk mengikuti apa yang dia rasa benar meski dia harus menahan kecaman dari mereka yang menentang langkahnya,” ujar Al Musaibeeh seperti dikutip harian Al Marsad

Sedangkan seorang bloger perempuan Hatoon Qadhi menambahkan, meski selama ini ia menghindari perdebatan soal isu terkait hijab, niqab, dan burka namun untuk kali ini ia merasa harus ikut dalam perbincangan mengenai hal tersebut.

“Dr Haya tak memerlukan bantuan orang untuk mempertahankan diri karena dia tak melakukan kesalahan. Saya justru berharap dia tetap melangkah dan menuntut semua orang yang menghina dia,” kata Qadhi.

Penulis: Ivan Nurhidayat
Editor: Siti Nurmayani Putri
(Dilansir dari beberapa sumber)