Home News Nasional Naong, Orangutan Sumatera Yang Mampu Jadi Bartender

Naong, Orangutan Sumatera Yang Mampu Jadi Bartender

458
0
SHARE
Orang utan. Foto: animalspot.net

Diamma.com- Bartender adalah sosok yang biasanya menyiapkan koktail lezat dengan menyeimbangkan kombinasi rasa yang sempurna.

Jika biasanya bartender adalah seorang manusia, namun kini tampaknya manusia bukanlah satu-satunya yang mampu memprediksi kombinasi rasa yang baik dalam hal membuat koktail.

Dilansir dailymail.co.uk, penelitian yang baru saja dilakukan oleh Lund University di Swedia menunjukkan bahwa orangutan juga dapat memprediksi campuran koktail yang lezat, berdasarkan pengalamannya terhadap bahan yang digunakan.

Penelitian tersebut menggunakan metode peramalan afektif non-verbal, dengan menguji apakah hewan selain manusia memiliki kemampuan untuk meramalkan rasa berdasarkan pengalamannya.

Seekor orangutan Sumatera berusia 21 tahun bernama Naong diuji dengan sepuluh orang manusia dengan usia antara 20 – 35 tahun.

Mereka diminta untuk membuat enam campuran koktail dengan bahan-bahan yang mereka sudah tahu, serta memprediksi apakah koktail tersebut akan terasa lezat atau tidak. Empat bahan yang digunakan adalah cherry, lemon, cuka dan rhubarb.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, baik manusia dan orangutan secara konsisten membuat pilihan yang mencerminkan preferensi selera mereka masing-masing.

Namun anehnya, kinerja orangutan sebanding dengan peserta manusia lainnya. Pemimpin penelitian tersebut, Gabriela-Alina Sauciuc mengatakan orangutan nampaknya telah mampu membuat prediksi seperti manusia.

“Orangutan tampaknya telah mampu membuat prediksi tentang peristiwa yang belum pernah ia alami sebelumnya seperti manusia. Dan tampaknya hal tersebut tidak berdasarkan secara trial and error,” ujar Gabriela.

Namun, untuk memastikan bahwa Naong telah memilih berdasarkan rasa dan bukan dari warna, para peneliti melakukan percobaan lagi dengan menggunakan pewarna untuk mengubah warna alami dari jus.

Dan hasilnya adalah rasa yang memengaruhi keputusan Naong, bukan warna. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa dari campuran tersebut dipandu oleh prediksi tentang pengalaman mereka terhadap rasa.

Gabriela menambahkan, studinya memperkuat pandangan terhadap kapasitas mental orangutan.

“Studi kami memperkuat pandangan orangutan sebagai makhluk yang memiliki kapasitas mental maju dan kognisi fleksibel,” ucapnya.

Para peneliti berharap agar dapat menguji hewan lainnya, termasuk burung gagak dan simpanse.

Penulis : Muhammad Tarmizi Murdianto
Editor : Siti Nurmayani Putri

(Dilansir dari beberapa sumber)