Home Cetak WARTA: Vandalisme, Si Perusak Keindahan

WARTA: Vandalisme, Si Perusak Keindahan

266
0
SHARE
Beragam coretan di dinding Pusgiwa. Foto: Diamma.com/Edo Rifaldi

Diamma.com- Aksi vandalisme yang terlihat di Pusat Kegiatan Mahasiwa (Pusgiwa), tampak mengganggu pemandangan. Bagaimana tidak, banyaknya coretan-coretan di dinding seolah-olah membuat Pusat Kegiatan Mahasiswa seperti tidak terawat.

Diduga coretan-coretan ini berisi unsur-unsur protes mahasiswa yang cukup banyak terhadap kebijakan kampus yang dirasa bertolak belakang dengan harapan mahasiswa di lingkungan kampus UPDM(B).

Dinding Pusgiwa yang dulunya bersih kini tampak penuh dengan berbagai coretan. Tindakan ini sangat di sayangkan oleh beberapa mahasiswa yang secara langsung melihat kondisi dinding yang menjadi korban dari vandalisme.

Pihak kampus sendiri sangat menyayangkan tindakan vandalisme yang terjadi di Pusgiwa dan berharap kedepannya agar semua mahasiswa mempunyai kesadaran diri untuk menjaga segala fasilitas yang ada di UPDM(B).

“Kita tuh udah ada beritikat baik untuk merawat dan membersihkan tapi kadang-kadang kesadaran dari pada semua pihak itu kurang. Mahasiswa itu kan sudah dewasa-dewasa semua, ayo kita rawat ayo kita jaga kampus ini, kalo kita saling memiliki pasti kampus bakal terasa nyaman serta aman,” ujar Budi Harsono selaku Kepala Biro Administrasi Umum.

SY selaku mahasiswa menjelaskan bahwa tidak pantas meluapkan kreatifitas dengan cara merusak.

Actually gue pecinta seni dan menurut gue seni bisa dimana aja. Tapi kalau dengan tujuan merusak asal-asalan apalagi di properti umum kampus, itu sama aja merusak. Kalau mereka bilang itu adalah seni, berarti mereka salah besar, seni tidak merusak,” jelasnya.

SY menambahkan tindakan yang dilakukan oleh ‘bangsa Vandal” ini sama sekali bukan cara yang baik dalam menyalurkan aspirasi, seharusnya bisa lebih menghargai fasilitas yang digunakan secara bersama dan tidak merusak.

Reporter : Edo Rifaldi

Versi cetak artikel ini terbit di WARTA Diamma edisi #49 Jan 2018, dengan judul Vandalisme, Si Perusak Keindahan”.