Home Entertainment Gaya Hidup Budaya Nongkrong di Kedai Kopi, Gaya Hidup atau Latah?

Budaya Nongkrong di Kedai Kopi, Gaya Hidup atau Latah?

497
0
SHARE
Ilustrasi: Suasana ruangan dalam Kedai Kopi. (Foto: Pixabay)

Diamma.com – Kopi adalah minuman berwarna hitam yang sering disebut-sebut sebagai minuman penghilang kantuk, selain itu dahulu kopi juga menjadi pelengkap untuk sekedar dikomsumsi bersama sebatang rokok dan bercengkrama dengan sahabat bagi kaum pria.

Seiring berjalannya waktu, fungsi kopi kini bukan hanya sebagai penghilang kantuk, hal ini dibuktikan dengan menjamurnya kedai-kedai kopi di tengah kota maupun di perbatasan daerah pinggir kota.

Menghadirkan konsep unik dan instagramable, Business kedai kopi banyak diminati oleh masyarakat terutama anak-anak muda. Karena selain dapat menikamati kopi, terdapat pula fasilitas yang mendukung seperti Free Wifi, tempat yang nyaman dengan FULL AC, alunan musik, dan suasana kedai yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga terciptalah suasana nyaman bagi setiap pengunjungnya dan dapat diabadikan.

Menjamurnya kedai kopi ini menarik minat masyarakat untuk merasakan sensasi Nongkrong di kedai kopi. Hal ini menjadi sebuah trend yang sedang hits hari-hari ini. Dimana anak muda datang ke kedai kopi untuk sekedar kumpul bersama teman, mengerjakan tugas sekolah atau kantor, atau bahkan hanya untuk menumpang Internet.

Pengamat gaya hidup, Sonny Muchlison menilai masyarakat Indonesia memiliki sifat “latah”. Yakni, mengikuti sesuatu yang sedang menjadi tren. Seperti hal nya Tren nongkrong di Kedai Kopi yang sedang booming , membuat masyarakat tidak lagi ingin merasakan nikmatnya kopi melainkan lebih kepada mengikuti arus tren yang berjaya di masa kini.

Penulis: Deske Desiana
Editor: Alya Farah Fauziah
Sumber: Berbagai Sumber